Narasumber: Ummi Pipik
-
Kalau sedang dipuji? Harus dibuang di tong
sampah. Karena bisa membuat kita sombong. Cara buangnya gimana? Dengan memperbanyak
istighfar. Sedangkan hujatan/ kritik? Harus diletakkan di tempat yang indah.
Loh kok kebalik? Iya, karena dari situ ada ilmu.
-
Sudah Hijrah? Lalu membuat kita merasa paling
baik, sesumgguhnya kita sedang diuji. Harusnya kita merasa malu dan takut
kepada Allah, bukan sebatas kain yang menjulir di badan kita. Jangan katakan
hijrah, kalau mata kita masih berburuk sangka, kalau telinga kita menilai
keburukan orang lain, kalau lisan kita masih ngomongin orang lain.
-
Allah itu merahasiakan ridho-Nya, atas amalan
hamba-Nya
-
Jilbab dan akhlak itu 2 hal yang berbeda
-
Kisah hijrah Ummi Pipik Hijrah bercadar: Berawal
pada April 2017 saat sedang menjadi pendamping jamaah umroh. Ummi Pipik saat
hendak sholat jamaah di masjid, berangkat dari hotel yang tak jauh dari lokasi
masjid bahkan terbilang dekat. Tapi apa yang terjadi? Ummi Pipik, telat
menjalankan sholat bahkan tidak mendapat tempat di dalam masjid. Ummi Pipik
merasa tersungkur, terpecut, merasa manusia yang paling merugi.
Pasalnya,
sepanjang jalan dari hotel menuju masjid, Ummi Pipik tak hentinya terhenti
karena banyak orang yang ingin foto bersama.
Sejak itulah,
Ummi Pipik ingin lebih menjaga diri, ibadah, ketaatan dengan jalan menggunakan
cadar. Karena sesungguhnya, diri kiti milik Allah.
-
Ilmu itu letaknya di otak. Iman letaknya dihati,
2 hal yang berbeda. Yang berilmu belum tentu beriman, karena percuma apabila
ilmunya tidak menjadikan malu kepada Allah. Tapi yang beriman sudah pasti
berilmu.
