Assalamualaikum, Sahabat Shalihah…
Alhamdulillah Allah terus menampakkan nikmat-Nya, pagi ini
masih dikelilingi orang-orang tersayang, nikmat sehat dan nikmat rezeki.
Kali ini, Anisah mau share seputar Hijab Syar’i
dan hijrah, tapi apa adanya ya karena memang masih fakir ilmu dan bismillah harus
terus belajar ~ hehe sebenarnya ini dari hasil diskusi kami berdua π Jadi... tempo hari ada
yang BBM Anisah, yang nanya ini itu dan insyaAllah sedang dalam proses hijrah, ya
kan sis?
Okedeh, langsung disimak aja yuk:
Q:
- Sis, apa orang yang nggak syar’i dia tidak ada hak untuk berubah? Apa orang yang nggak syar’i dirinya merasa kurang baik?
- Kan lebih banyak orang yang sudah syar’i dan berkerudung panjang sudah dibilang baik gitu? (hehehe curhat sis)
A:
- Kalau menurutku gini, antara hijab syar’i dengan akhlak/ perilaku nggak bisa dijadikan satu penilaiannya. Hijab sendiri, akhlak sendiri. Seseorang yang sudah memutuskan berhijab syar’i, itu adalah bukti taatnya pada Allah. Karena di dalam Al-Qur’an, memang diperintahkan berhijab yang menutup dada, tidak ketat pakaiannya. Hal tersebut bisa menjadi salah satu jalan hijrahnya. Jika seseorang tersebut sudah niat untuk hijrah dan lebih taat sama Allah, insyaAllah Allah akan membantu untuk menjaga sikap dan ke-Istiqomahannya sis...
- Dan belum tentu juga yang nggak syar’i kurang baik atau bagaimana, karena bisa jadi yang belum syar’i belum tahu perintah Allah dalam Al-Qur’an dan masih belum membuka hati serta pikiran mereka.
- Jadi memang perlu pemahaman dan belajar terus tentang agama, semata-mata untuk menjemput petunjuk/ hidayah dari Allah
- Sederhananya, kita di dunia ini siapa sih yang menciptakan, untuk apa, dan akan kembali ke mana? karena hidup dari dan karena Allah, maka sepatutnya kita taat sama Allah
- Dan… yang syar’i juga belum tentu mencerminkan sikap/ akhlak/ perilakunya, bergantung niatnya. Kalau hanya sekedar ngikutin trend atau ikut-ikutan aja, bisa jadi malah nggak dapat berkahnya. Intinya soal niat. Kalau niatnya nggak benar, ya bisa jadi syar’inya dia nanti jadi keliru π
Q:
- Sis, Allah kan juga mengajarkan kita untuk menutup aurat, bukan berarti kita harus syar’i kan? Menutup aurat sebagaimana kita berpakaian agar aurat kita tidak kelihatan kan?
- Walaupun nggak syar’i tapi akhlak kita sudah berubah, apakah itu juga bisa dikatakan hijrah?
- Istiqomah dalam ajaran Islam itu seperti apa sis?
A:
- Iya Allah mengajarkan untuk menutup aurat. Aurat itu bagian tubuh yang tidak boleh dilihat oleh yang bukan mahram. Mahram ada 2, mahram nasab dan mahram nikah. Yang perlu digaris bawahi, aurat itu adalah menutup seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (aurat wanita). Kalau laki-laki, auratnya dimulai dari tali pusar sampai lutut.
- Nah setelah menutup aurat, ada perintah selanjutnya di dalam Al-Qur’an yaitu memanjangkan kerudungnya sampai menutup bagian dada. Sesuai dengan pilihan kita, pahalanya mau sepotong-potong atau terusan???
- Ibaratnya mungkin bisa disederhanakan begini, kalau memakai jilbab untuk menutup aurat dapat nilai B, maka jika ingin lebih baik lagi di mata Allah dengan memakai hijab syar’i misalnya, bisa jadi nilainya A. Iya nggak? π
- Iya bisa kok π hijrah itu berubah jadi lebih baik dan bertaubat untuk meninggalkan yang tidak baik dan kurang manfaat
- Intinya hijrah itu dimulai dari hati kita, pikiran kita kemudian kita terapkan menjadi kebaikan/ ketaatan dalam sehari-hari
- Sebenarnya Allah itu sama sekali nggak pernah membatasi kita. Justru Allah sangat melindungi kita sebagai wanita. Bahkan bisa jadi mereka akan lebih menjaga pandangan atau lebih menghormati kaum perempuan.
- Silahkan hijrah dengan cara masing-masing, nggakpapa pelan-pelan, semua itu berproses π
- Kalau menurutku, istiqomah itu satu tahap yang harus dilakukan setelah hijrah. Tetap di jalan Allah dengan ketaatan dan jangan kembali ke yang tidak baik
- Cara mudah dalam istiqomah:
- Luruskan niat benar-benar karena Allah
- Cari teman/ lingkungan yang satu visi dalam niat hijrah kita.
- Datangi majelis ilmu, misal kajian belajar ngaji, dll. Atau sering mendengarkan ceramah yang bisa meningkatkan keimanan kita. Kurangi mendengar yang kurang manfaat.
- Pelajari Al-Qur’an, syukur bisa menyempatkan baca terjemahan Al-Quran juga π sama baca-baca buku juga
- Mungkin itu dulu, kalau pelan-pelan bisa dijalankan, insyaAllah bisa istiqomah. Dan kita harus yakin, bahwa Allah akan membimbing kita
Q:
- Panjang banget sis, sampai nggak tau mau nanya apa lagi π insyaAllah pengen hijrah, cuma untuk syar’i belum bisa sis
A:
- Hmmm nggak tahu, ngalir gitu aja hehe. Oke, silahkan hijrah dengan cara masing-masing π
Pertanyaannya 2-4 baris, jawabannya
bisa sampai beberapa paragraf. So, thanks sudah berkunjung dan berkenan
membaca. Bila ada ketidaksesuaian, kesalahan mohon diingatkan dan dimaafkan π
Semoga kita semua termasuk yang Engkau hilangkan kabut kegelapan dengan cayaha yang bersinar. Ya Allah nanungi kita
dalam nikmat petunjuk, istiqomah dan kasih sayang dari Mu. Aamiin aamiin ya
RobbalAlamin…
"Enjoy with Hijab Syar'i, Alhamdulillah"
(AF)
(AF)


No comments:
Post a Comment