30 April 2017

Kehadiran Dr. Zakir Naik, Kesyukuran Kami



            Menakjubkan, lihatlah! Saat Safari Dr. Zakir Naik di Indonesia pada 1-10 April 2017. Alhamdulillah, Alhamdulillah, AllahuAkbar! menjadi ungkapan syukur warga Indonesia karena bertambahnya saudara kita yang mengucap syahadat. 20 saudara kita memutuskan kembali pada Islam. Takbir!

Selasa, 7 Rajab 1438/4 April 2017, bersama NH Madiun kami jadwalkan untuk pagi menuju Desa Kedungbanteng, Kec. Sukorejo - Kab. Ponorogo untuk memberikan bantuan ke Pak Tukimin (penderita kanker kulit) dan anaknya menderita hydrosephalus, kemudian siang kami mengunjungi lokasi longsor Ponorogo untuk koordinasi optimalisasi bantuan dan sore harinya kami visit Gontor dalam International Public Lecture, dengan tema “Religion in the Right Perspective”.
Nurul Hayat sendiri berkesempatan ada di tengah-tengah Da’i Internasional tersebut, bertempat di University of Darussalam Gontor (Unida) – Ponorogo. Berbeda dari dua tempat sebelumnya. Jika di Bandung dan Jogjakarta berada di dalam ruangan (indoor), maka destinasi safari dakwah ketiga ini berada di luar ruangan (outdoor) yang dihadiri oleh sekitar 15.000 peserta.

Pukul 14.00 WIB, saat mobil rombongan Zakir Naik tiba di Gontor, sontak, barisan mahasiswa berjas rapi di dua sisi jalan menyambut, meneriakkan takbir sembari mengibarkan bendera merah putih dan tiga warna milik India. Tak hanya penyambutan yang begitu istimewa, Gontor juga menyiapkan aparat keamanan dari unsur TNI-POLRI sebanyak 800 personil. Tidak main-main dalam menjaga perhelatan, menandakan Gontor memang mempunyai kharisma tersendiri bak lentera menyinari sekitarnya.
Turut hadir pula putra Dr. Zakir Naik, ialah Rariq Naik yang juga memberikan kuliah tamu sekitar 45 menit. Dalam ulasannya, menerangkan aneka bukti kasih-sayang kaum Muslimin di masa kaum Salafush Sholih (kaum Pendahulu Yang Salih).   
Dr. Zakir Naik memulai ceramah diawali dengan QS. Aali 'Imraan: Ayat 64, kemudian beliau mengungkapkan senang ada Fakultas yang juga mengajarkan perbandingan Agama seperti di Gontor (juga perbandingan Madzhab, Hukum, dll.). Penting untuk memulai pembicaraan tentang konsep mengenai Tuhan, di Yahudi, Kristen, Hinduism, Islam, dll.
Dan perlunya menerapkan Syari'ah. Bukan soal potong tangan yang banyak dikesankan sebagai aturan barbar. Renungkanlah bahwa negara yang paling rendah tingkat kriminalitasnya di dunia, adalah negara Islam Arab Saudi. Misalnya juga tentang Hukum Syari'ah soal Hijab. Ini utamanya bukan soal untuk perempuan. Namun utamanya justru - pertama kali - adalah kepada lelaki. Lelaki, dinasihati, diperintahkan kepadanya, agar menundukkan pandangannya dulu. Bukan mengumbar pandangannya kepada kaum perempuan. Sementara kaum perempuan juga perlu menahan dirinya dari mengumbar auratnya. Dan agar memakai Hijab, Jilbab agar ini lebih melindungi mereka dari diganggu. Perumpamaannya, adalah sepasang saudara kembar yang sama cantiknya. Satu memakai hijab Islami, satu lagi memakai baju terbuka aurat ala Western (Barat). Dan sama-sama melewati jalan kecil penuh berandalan lelaki. Dr. Zakir Naik bertanya, yang manakah yang akan diganggui? Hadirin sepakat, si perempuan kedua, yang memakai baju ala Barat terbuka auratnya, yang lebih berkemungkinan besar diganggui. Dan ingatlah, negara yang paling banyak pemerkosaan adalah di USA berdasarkan berbagai laporan. Jika dirata-rata secara Statistik, ada 3 pemerkosaan dalam 1 menit. Jika Hukum Syari'ah diterapkan di USA, Dr. Zakir Naik dan hadirin sepakat, angka itu akan menurun. Karena itu Islam menunjukkan jalan "salaamah", jalan keselamatan. Karena itu Islam itu adalah "salaam", Peace, KEDAMAIAN.
Ceramah ditutup dengan: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk." (QS. An-Nahl: Ayat 125).
Sesi Tanya-Jawab: Seorang perempuan, dengan suara terisak-isak, mengatakan bahwa saat usia 8 tahun, ia dipaksa ayahnya yang Kristen (ibunya Muslimah) untuk masuk Kristen. Dia bingung, apakah dia seorang Muslim atau Kristen, kini. Dan kini ingin mencari kebenaran. Dan ingin mengetahui apakah tujuan atau maksud Tuhan menciptakan manusia. Dr. Zakir Naik mempertanyakan bagaimana hukum di RI mengenai pemaksaan macam ini, apalagi di negara yang bermayoritas Muslim seperti RI. Di negara lain, ini tidak diperbolehkan. Dan menekankan agar kaum Muslimiin lain melindungi kaum Muslimiin lainnya. Saling menjaga. Saling mengasih-sayangi. Dan mengingatkan bahwa kaum Muslimin mempunyai agama terbaik (QS Aali Imraan ayat 110).
Perempuan itu bertanya apakah dirinya masih Muslim? Dr. Zakir Naik menjawab, jika dia masih percaya pada Satu Tuhan, maka ia adalah Muslim. Dan apakah Yesus seorang Tuhan atau Rasul? Dan ini dibenarkan si perempuan, Tuhan adalah Satu, dan Yesus bukan Tuhan, namun adalah Rasul.
Lalu si perempuan bertanya, mengapa Allah menghukum kita jika kita tidak beribadah? Dr. Zakir Naik menjawab, bayangkanlah ada seseorang membuat perusahaan, dan ada orang yang digajinya, namun membangkang terhadapnya. Maka pantaskah orang itu digaji lagi, bahkan juga bonus? Si perempuan, mengatakan, bahwa ya, orang itu tidak perlu digaji, karena membangkang. Dan Dr. Zakir Naik, menyatakan jika si pembangkang itu datang, maka Allah akan mengampuninya, memberikannya semua keuntungan. Karena Allah Maha Kaya, Maha Pengampun. Dan Dr. Zakir Naik sampaikan, hidup ini adalah ujian. Untuk kehidupan selanjutnya. Dan jika manusia mengikuti Al Qur'an dan Al Hadits, maka in syaa Allah, kita akan selamat.
Perempuan tersebut menyatakan percaya kepada Tuhan Yang Satu, dan bahwa Muhammad - shollollohu 'alaihi wasallam - adalah Rosul (UtusanNya), tanpa paksaan dalam bahasa Arab dan Inggris. Dengan terharu menangis, ikrar tersebut disaksikan ribuan orang. Dan takbir ribuan orang bergema! Maa syaa Allah, wallohu akbar!
Penanya dalam International Public Lecture ini diprioritaskan bagi non muslim, kemudian muallaf dan baru kemudian kaum muslim. Supaya, semakin luar saudara kita yang non muslim semakin terbuka pemikirannya mengenai Islam dengan bimbingan Dr. Zakir Naik.
Dari sekitar dua puluh penanya, diakhiri dengan pertanyaan oleh Anthony, Kristen, dari Kediri. Beliau pernah belajar sholat, lalu murtad. Dia murtad karena menurutnya di Kristen Tuhan itu satu. Menurutnya pada akhir jaman Nabi Isa akan turun di Akhir Jaman dan menjadi Juru Selamat. Dia percaya ini.
Dr. Zakir Naik menjawab bahwa 'Isa - 'alaihis salaam - diangkat ke langit. Dalam keadaan hidup. Tidak disalibkan. Agar nanti di Akhir Jaman beliau kembali untuk menjelaskan bahwa beliau tidak pernah mengklaim sebagai Tuhan. Beliau akan datang sebagai manusia, Rasulullah, sebagai umat Islam. Dan ini bahkan ada isyarahnya di Bibel. Juga bahwa beliau menerangkan bahwa akan ada Rosul berikutnya, yakni Ahmad/Muhammad, di Bibel. Maka jelas bahwa Rosuul yang terakhir, adalah Muhammad, shollollohu 'alaihi wasallam. Bukan 'Isa (Esau, Yeshua, Yesus), 'alaihis salaam. Mendapat penjelasan demikian, akhirnya Bapak Anthony ini percaya bahwa Tuhan itu Satu. Dan Yesus serta Muhammad adalah Utusan. Jadi dia sebenarnya bukan Murtad. Dia Muslim kemudian bersyahadat. Bapak Anthony menangis lalu maju ke panggung. Memeluk Dr. Zakir Naik. Sambil menangis. MaasyaaAllah, wallohu akbar! Alhamdulillaah.
Ahlan wa sahlan Saudara-saudariku, berakhirnya safari dakwah 5 Kota di Indonesia, sekitar 30 orang menjadi Muallaf, Alhamdulillah. Semoga Allah teguhkan dalam ke-Istiqomahan, menjadi insan kamil dan menjadi penerang kebaikan bagi keluarga. Aamiin. Teruntuk Dr. Zakir Naik sekeluarga, semoga tak hanya sekali melakukan kunjungan ke Indonesia, namun lagi dan lagi. Karena kehadiran Dr. Zakir Naik adalah kesyukuran kami. (AF).
 

No comments:

Post a Comment