Menakjubkan, lihatlah! Saat Safari Dr. Zakir Naik di Indonesia pada 1-10 April
2017. Alhamdulillah, Alhamdulillah, AllahuAkbar! menjadi ungkapan syukur warga
Indonesia karena bertambahnya saudara kita yang mengucap syahadat. 20 saudara
kita memutuskan kembali pada Islam. Takbir!
Selasa, 7 Rajab 1438/4 April 2017, bersama
NH Madiun kami jadwalkan untuk pagi menuju Desa Kedungbanteng,
Kec. Sukorejo - Kab. Ponorogo untuk memberikan bantuan ke Pak Tukimin (penderita
kanker kulit) dan anaknya menderita hydrosephalus, kemudian siang kami
mengunjungi lokasi longsor Ponorogo untuk koordinasi optimalisasi bantuan dan
sore harinya kami visit Gontor dalam International Public Lecture, dengan
tema “Religion in the Right Perspective”.
Nurul Hayat sendiri berkesempatan ada
di tengah-tengah Da’i Internasional tersebut, bertempat di University of Darussalam Gontor (Unida) – Ponorogo. Berbeda dari
dua tempat sebelumnya. Jika di Bandung dan Jogjakarta berada di dalam ruangan (indoor), maka destinasi safari dakwah
ketiga ini berada di luar ruangan (outdoor) yang dihadiri oleh sekitar 15.000
peserta.
Pukul 14.00 WIB, saat mobil
rombongan Zakir Naik tiba di Gontor, sontak, barisan mahasiswa berjas rapi di
dua sisi jalan menyambut, meneriakkan takbir sembari mengibarkan bendera merah
putih dan tiga warna milik India. Tak hanya penyambutan yang begitu istimewa,
Gontor juga menyiapkan aparat keamanan dari unsur TNI-POLRI sebanyak 800
personil. Tidak main-main dalam menjaga perhelatan, menandakan Gontor memang
mempunyai kharisma tersendiri bak lentera menyinari sekitarnya.
Turut hadir pula putra Dr. Zakir
Naik, ialah Rariq Naik yang juga memberikan kuliah tamu sekitar 45 menit. Dalam
ulasannya, menerangkan aneka bukti kasih-sayang kaum Muslimin di masa kaum
Salafush Sholih (kaum Pendahulu Yang Salih).
Dr. Zakir Naik memulai ceramah
diawali dengan QS. Aali 'Imraan: Ayat 64, kemudian beliau mengungkapkan senang
ada Fakultas yang juga mengajarkan perbandingan Agama seperti di Gontor (juga
perbandingan Madzhab, Hukum, dll.). Penting untuk memulai pembicaraan tentang
konsep mengenai Tuhan, di Yahudi, Kristen, Hinduism, Islam, dll.
Dan perlunya menerapkan Syari'ah. Bukan
soal potong tangan yang banyak dikesankan sebagai aturan barbar. Renungkanlah
bahwa negara yang paling rendah tingkat kriminalitasnya di dunia, adalah negara
Islam Arab Saudi. Misalnya juga tentang Hukum Syari'ah soal Hijab. Ini utamanya
bukan soal untuk perempuan. Namun utamanya justru - pertama kali - adalah
kepada lelaki. Lelaki, dinasihati, diperintahkan kepadanya, agar menundukkan
pandangannya dulu. Bukan mengumbar pandangannya kepada kaum perempuan.
Sementara kaum perempuan juga perlu menahan dirinya dari mengumbar auratnya.
Dan agar memakai Hijab, Jilbab agar ini lebih melindungi mereka dari diganggu.
Perumpamaannya, adalah sepasang saudara kembar yang sama cantiknya. Satu
memakai hijab Islami, satu lagi memakai baju terbuka aurat ala Western (Barat).
Dan sama-sama melewati jalan kecil penuh berandalan lelaki. Dr. Zakir Naik
bertanya, yang manakah yang akan diganggui? Hadirin sepakat, si perempuan
kedua, yang memakai baju ala Barat terbuka auratnya, yang lebih berkemungkinan
besar diganggui. Dan ingatlah, negara yang paling banyak pemerkosaan adalah di
USA berdasarkan berbagai laporan. Jika dirata-rata secara Statistik, ada 3
pemerkosaan dalam 1 menit. Jika Hukum Syari'ah diterapkan di USA, Dr. Zakir
Naik dan hadirin sepakat, angka itu akan menurun. Karena itu Islam menunjukkan
jalan "salaamah", jalan keselamatan. Karena itu Islam itu adalah
"salaam", Peace, KEDAMAIAN.
Ceramah ditutup dengan: Serulah
(manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan
berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu,
Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Beliaulah
yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk." (QS. An-Nahl: Ayat
125).
Sesi Tanya-Jawab: Seorang perempuan,
dengan suara terisak-isak, mengatakan bahwa saat usia 8 tahun, ia dipaksa
ayahnya yang Kristen (ibunya Muslimah) untuk masuk Kristen. Dia bingung, apakah
dia seorang Muslim atau Kristen, kini. Dan kini ingin mencari kebenaran. Dan
ingin mengetahui apakah tujuan atau maksud Tuhan menciptakan manusia. Dr. Zakir
Naik mempertanyakan bagaimana hukum di RI mengenai pemaksaan macam ini, apalagi
di negara yang bermayoritas Muslim seperti RI. Di negara lain, ini tidak
diperbolehkan. Dan menekankan agar kaum Muslimiin lain melindungi kaum
Muslimiin lainnya. Saling menjaga. Saling mengasih-sayangi. Dan mengingatkan
bahwa kaum Muslimin mempunyai agama terbaik (QS Aali Imraan ayat 110).
Perempuan itu bertanya apakah
dirinya masih Muslim? Dr. Zakir Naik menjawab, jika dia masih percaya pada Satu
Tuhan, maka ia adalah Muslim. Dan apakah Yesus seorang Tuhan atau Rasul? Dan
ini dibenarkan si perempuan, Tuhan adalah Satu, dan Yesus bukan Tuhan, namun
adalah Rasul.
Lalu si perempuan bertanya, mengapa
Allah menghukum kita jika kita tidak beribadah? Dr. Zakir Naik menjawab,
bayangkanlah ada seseorang membuat perusahaan, dan ada orang yang digajinya,
namun membangkang terhadapnya. Maka pantaskah orang itu digaji lagi, bahkan
juga bonus? Si perempuan, mengatakan, bahwa ya, orang itu tidak perlu digaji,
karena membangkang. Dan Dr. Zakir Naik, menyatakan jika si pembangkang itu
datang, maka Allah akan mengampuninya, memberikannya semua keuntungan. Karena
Allah Maha Kaya, Maha Pengampun. Dan Dr. Zakir Naik sampaikan, hidup ini adalah
ujian. Untuk kehidupan selanjutnya. Dan jika manusia mengikuti Al Qur'an dan Al
Hadits, maka in syaa Allah, kita akan selamat.
Perempuan tersebut menyatakan
percaya kepada Tuhan Yang Satu, dan bahwa Muhammad - shollollohu 'alaihi
wasallam - adalah Rosul (UtusanNya), tanpa paksaan dalam bahasa Arab dan
Inggris. Dengan terharu menangis, ikrar tersebut disaksikan ribuan orang. Dan
takbir ribuan orang bergema! Maa syaa Allah, wallohu akbar!
Penanya dalam International Public Lecture ini diprioritaskan bagi non muslim,
kemudian muallaf dan baru kemudian kaum muslim. Supaya, semakin luar saudara
kita yang non muslim semakin terbuka pemikirannya mengenai Islam dengan
bimbingan Dr. Zakir Naik.
Dari sekitar dua puluh penanya,
diakhiri dengan pertanyaan oleh Anthony, Kristen, dari Kediri. Beliau pernah
belajar sholat, lalu murtad. Dia murtad karena menurutnya di Kristen Tuhan itu
satu. Menurutnya pada akhir jaman Nabi Isa akan turun di Akhir Jaman dan
menjadi Juru Selamat. Dia percaya ini.
Dr. Zakir Naik menjawab bahwa 'Isa -
'alaihis salaam - diangkat ke langit. Dalam keadaan hidup. Tidak disalibkan.
Agar nanti di Akhir Jaman beliau kembali untuk menjelaskan bahwa beliau tidak
pernah mengklaim sebagai Tuhan. Beliau akan datang sebagai manusia, Rasulullah,
sebagai umat Islam. Dan ini bahkan ada isyarahnya di Bibel. Juga bahwa beliau
menerangkan bahwa akan ada Rosul berikutnya, yakni Ahmad/Muhammad, di Bibel.
Maka jelas bahwa Rosuul yang terakhir, adalah Muhammad, shollollohu 'alaihi
wasallam. Bukan 'Isa (Esau, Yeshua, Yesus), 'alaihis salaam. Mendapat
penjelasan demikian, akhirnya Bapak Anthony ini percaya bahwa Tuhan itu Satu.
Dan Yesus serta Muhammad adalah Utusan. Jadi dia sebenarnya bukan Murtad. Dia
Muslim kemudian bersyahadat. Bapak Anthony menangis lalu maju ke panggung.
Memeluk Dr. Zakir Naik. Sambil menangis. MaasyaaAllah, wallohu akbar!
Alhamdulillaah.
Ahlan wa sahlan Saudara-saudariku, berakhirnya
safari dakwah 5 Kota di Indonesia, sekitar 30 orang menjadi Muallaf,
Alhamdulillah. Semoga Allah teguhkan dalam ke-Istiqomahan, menjadi insan kamil
dan menjadi penerang kebaikan bagi keluarga. Aamiin. Teruntuk Dr. Zakir Naik
sekeluarga, semoga tak hanya sekali melakukan kunjungan ke Indonesia, namun lagi
dan lagi. Karena kehadiran Dr. Zakir Naik adalah kesyukuran kami. (AF).
No comments:
Post a Comment