01 March 2017

dr. Gamal Albinsaid - Dokter Muslim Yang Mendunia



Dokter Muslim Yang Mendunia
Narasumber: dr. Gamal Albinsaid
50 Most Impactful Social Innovator in The World, Motivator Muda Mendunia, Peraih Penghargaan Kehormatan dari Kerajaan Inggris. CEO Indonesia Medika




Kebetulan yang akan di wawancarai kali ini masih satu almamater dengan saya saat S1 di UB, ya bedanya beliau FK saya Fapet hehe dan beliau angkatan 2007 saya 2011. Oke Flashback sejenak. Kalau biasanya nih pas dulu saya masih kuliah, bisanya mah cuma jadi peserta seminar atau talkshownya dr. Gamal, dan ikutan termotivasi insyaAllah. Dan hari ini MasyaAllah, Alhamdulillah Allah takdirkan saya untuk ngobrol langsung dengan beliau.
Mendapat kesempatan berbicara langsung dengan dr. Gamal Albinsaid.
Beliau adalah dokter muda dan seorang sociopreneur yang menyelesaikan 2 masalah dalam 1 solusi. Apakah itu? Yaitu KAS (Klinik Asuransi Sampah), menggagas pemberdayaan ummat yang berkesinambungan antara kesehatan dan sampah.

 
Bagaimana KAS berjalan? Masyarakat yang tidak mampu cukup menyerahkan sampah yang bisa didaur ulang senilai 10.000 rupiah setiap bulannya. Dari sampah itu, warga menikmati fasilitas kesehatan pemeriksaan dokter dan obat. Adapun sampah yang terkumpul diolah menjadi uang sebagai dana sehat dengan metode daur ulang. Dana Sehat itu dikembalikan ke warga untuk membiayai peningkatan kesehatan.
Solusi inovatif inilah yang menghantarkan beliau masuk ke Istana Buckingham saat pemberian penghargaan penghargaan dari Pangeran Charles di London. Barangkali sudah tak asing dengan dr. Gamal Albinsaid? Beliau lahir, besar dan mengenyam pendidikan di Kota dingin, Malang.

Assalamualaikum, dokter? Siapa sosok yang menginspirasi dr. Gamal?
Waalaikumsalam. Alhamdulillah. Banyak, kalau dari keluarga itu ibu, bapak, dan kakak. Ibu itu dari segi spiritualnya, belajar peduli sosial juga dari ibu. Sejak kecil, ibunya telah mewarisi jalan dakwah untuk anaknya. Satu prinsip hidup yang membuatnya tetap rendah hati "Orang yang percaya diri bukanlah orang yang yakin pada kemampuannya, tapi orang yang yakin bahwa Allah itu bersamanya.” Lain halnya dengan Bapak, beliau itu pebisnis, belajar bisnis yang gigih dari Bapak. Sedangkan kakak juga dari wirausahanya dan seorang pekerja keras.

Akhir tahun 2016 lalu, launching buku kedua ‘Muda Mendunia’, bisa di review sedikit?
Saya mencoba menghubungkan, setiap orang punya target keberhasilan. Namun definisi keberhasilan macam-macam. Seperti, saya berhasil karena saya sudah bekerja keras, karena saya anaknya orang kaya, karena saya pintar dan sebagainya. Karena itu, saya berusaha membuat analisis dalam kehidupan saya. Apa yang menjadikan Allah memberikan karunia keberkahan dalam kehidupan saya (dalam konteks penghargaan Internasional). Kurang lebih dalam 2 tahun, 13 penghargaan internasional telah kami raih dalam usia masih muda. Jadi saya pikir penjelasan tersebut saya tarik satu benang merah, bahwa dibalik penghargaan yang besar atau karya besar itu ada amal ibadah yang mempesona.  
Disitu saya berusaha mengkorelasikan antara komitmen spiritual kita dalam aktivitas kehidupan sebagai pemberhasil dalam kehidupan. Pemuda sebenarnya memiliki potensi luar biasa yang dapat menghantarkan kepada kesuksesan. Buku ini mengupas kisah-kisah para pemuda yang berhasil memaksimalkan potensi terpendamnya hingga meraih kesuksesan.

Apa harapan terbesar untuk sang Putra?
Alhamdulillah, anak kini berusia 1 tahun 6 bulan bernama Muhammad Fahri. Satu hal yang ingin saya cita-citakan. Tentunya kehidupan masa depan akan lebih berat yang dirasakan anak saya, lebih sulit, kita tidak tahu akan semakin jauh atau mendekat dengan agama, dan tingkat persaingannya akan bagaimana. Nah saya benar-benar rindu seorang anak yang memiliki 5 hal berikut. Dia punya intelektual yang memadai, pemahaman spiritual yang baik, rasa cinta ke-Indonesiaan dengan pengabdian, keseimbangan dalam hidup dan memiliki daya saing global.
Kita ini rindu sosok pemuda muslim yang dia mampu berkancah di tingkat Internasional. Yang mewakili kita ummat muslim, yang taat beragama, yang sukses, pejuang dakwah sehingga dia berhasil membuktikan keindahan dan kesempurnaan Islam dalam pribadi sosok seorang muslim.

Terakhir, apa yang belum dan ingin diberikan kepada orang tua?
Sebenarnya banyak peluang dan ajakan untuk pindah ke Jakarta tapi tidak saya terima karena orang tua berada di Malang. Jadi saya tetap mendampingi orang tua di Malang, saya ingin berusaha setiap pekan selalu bersama mereka. Saya ajak di masa tuanya mereka bisa mendapatkan kesempatan spiritual yang tidak didapatkan.

Pencapaian titik ini, dr. Gamal menuturkan, "Allah Maha lembut kepada hamba-hambaNya" (Asy-Syuro-19). Allah itu lembut sekali. Tanpa saya sadari, pemahaman spiritualitas yang saya putuskan untuk menjadi pemimpin intelektualitas dan emosionalitas, menghantarkan saya memperoleh berbagai pencapaian tingkat dunia di usia muda saya. Semoga banyak hikmah yang bisa anda ambil dan Allah lindungi saya dari sifat riya, pamer, ujub, merasa hebat, dan merasa pintar. Begitulah patutnya kita, menjadi public figure yang low profile namun high profit, bukan sebaliknya.

Pemuda! berkaryalah yang bisa dibawa mati ya :)











No comments:

Post a Comment