Dokter Muslim Yang Mendunia
Narasumber: dr. Gamal Albinsaid
50 Most Impactful Social Innovator in
The World, Motivator Muda Mendunia, Peraih Penghargaan Kehormatan dari Kerajaan
Inggris. CEO Indonesia Medika
Kebetulan yang akan di wawancarai kali ini masih satu
almamater dengan saya saat S1 di UB, ya bedanya beliau FK saya Fapet hehe dan
beliau angkatan 2007 saya 2011. Oke Flashback sejenak. Kalau biasanya nih pas
dulu saya masih kuliah, bisanya mah cuma jadi peserta seminar atau talkshownya
dr. Gamal, dan ikutan termotivasi insyaAllah. Dan hari ini MasyaAllah,
Alhamdulillah Allah takdirkan saya untuk ngobrol langsung dengan beliau.
Mendapat kesempatan berbicara langsung dengan dr. Gamal
Albinsaid.
Beliau adalah dokter muda dan seorang sociopreneur
yang menyelesaikan 2 masalah dalam 1 solusi. Apakah itu? Yaitu KAS (Klinik
Asuransi Sampah), menggagas pemberdayaan ummat yang berkesinambungan antara
kesehatan dan sampah.
Bagaimana KAS berjalan? Masyarakat yang
tidak mampu cukup menyerahkan sampah yang bisa didaur ulang senilai 10.000
rupiah setiap bulannya. Dari sampah itu, warga menikmati fasilitas kesehatan
pemeriksaan dokter dan obat. Adapun sampah yang terkumpul diolah menjadi uang
sebagai dana sehat dengan metode daur ulang. Dana Sehat itu dikembalikan ke
warga untuk membiayai peningkatan kesehatan.
Solusi inovatif inilah yang menghantarkan
beliau masuk ke Istana Buckingham saat pemberian penghargaan penghargaan dari
Pangeran Charles di London. Barangkali sudah tak asing dengan dr. Gamal
Albinsaid? Beliau lahir, besar dan mengenyam pendidikan di Kota dingin, Malang.
Assalamualaikum, dokter? Siapa sosok yang
menginspirasi dr. Gamal?
Waalaikumsalam. Alhamdulillah. Banyak,
kalau dari keluarga itu ibu, bapak, dan kakak. Ibu itu dari segi spiritualnya,
belajar peduli sosial juga dari ibu. Sejak kecil, ibunya telah mewarisi jalan
dakwah untuk anaknya. Satu prinsip hidup yang membuatnya tetap rendah hati
"Orang yang percaya diri bukanlah orang yang yakin pada kemampuannya, tapi
orang yang yakin bahwa Allah itu bersamanya.” Lain halnya dengan Bapak, beliau
itu pebisnis, belajar bisnis yang gigih dari Bapak. Sedangkan kakak juga dari
wirausahanya dan seorang pekerja keras.
Akhir tahun 2016 lalu, launching buku kedua
‘Muda Mendunia’, bisa di review sedikit?
Saya mencoba menghubungkan, setiap orang
punya target keberhasilan. Namun definisi keberhasilan macam-macam. Seperti,
saya berhasil karena saya sudah bekerja keras, karena saya anaknya orang kaya,
karena saya pintar dan sebagainya. Karena itu, saya berusaha membuat analisis
dalam kehidupan saya. Apa yang menjadikan Allah memberikan karunia keberkahan
dalam kehidupan saya (dalam konteks penghargaan Internasional). Kurang lebih
dalam 2 tahun, 13 penghargaan internasional telah kami raih dalam usia masih
muda. Jadi saya pikir penjelasan tersebut saya tarik satu benang merah, bahwa
dibalik penghargaan yang besar atau karya besar itu ada amal ibadah yang
mempesona.
Disitu saya berusaha mengkorelasikan antara
komitmen spiritual kita dalam aktivitas kehidupan sebagai pemberhasil dalam
kehidupan. Pemuda sebenarnya memiliki potensi luar biasa yang dapat
menghantarkan kepada kesuksesan. Buku ini mengupas kisah-kisah para pemuda yang
berhasil memaksimalkan potensi terpendamnya hingga meraih kesuksesan.
Apa harapan terbesar untuk sang Putra?
Alhamdulillah, anak kini berusia 1 tahun 6
bulan bernama Muhammad Fahri. Satu hal yang ingin saya cita-citakan. Tentunya
kehidupan masa depan akan lebih berat yang dirasakan anak saya, lebih sulit,
kita tidak tahu akan semakin jauh atau mendekat dengan agama, dan tingkat
persaingannya akan bagaimana. Nah saya benar-benar rindu seorang anak yang
memiliki 5 hal berikut. Dia punya intelektual yang memadai, pemahaman spiritual
yang baik, rasa cinta ke-Indonesiaan dengan pengabdian, keseimbangan dalam
hidup dan memiliki daya saing global.
Kita ini rindu sosok pemuda muslim yang dia
mampu berkancah di tingkat Internasional. Yang mewakili kita ummat muslim, yang
taat beragama, yang sukses, pejuang dakwah sehingga dia berhasil membuktikan
keindahan dan kesempurnaan Islam dalam pribadi sosok seorang muslim.
Terakhir, apa yang belum dan ingin
diberikan kepada orang tua?
Sebenarnya banyak peluang dan ajakan untuk
pindah ke Jakarta tapi tidak saya terima karena orang tua berada di Malang.
Jadi saya tetap mendampingi orang tua di Malang, saya ingin berusaha setiap
pekan selalu bersama mereka. Saya ajak di masa tuanya mereka bisa mendapatkan
kesempatan spiritual yang tidak didapatkan.
Pencapaian titik ini, dr. Gamal menuturkan,
"Allah Maha lembut kepada hamba-hambaNya" (Asy-Syuro-19). Allah itu
lembut sekali. Tanpa saya sadari, pemahaman spiritualitas yang saya putuskan
untuk menjadi pemimpin intelektualitas dan emosionalitas, menghantarkan saya
memperoleh berbagai pencapaian tingkat dunia di usia muda saya. Semoga banyak
hikmah yang bisa anda ambil dan Allah lindungi saya dari sifat riya, pamer,
ujub, merasa hebat, dan merasa pintar. Begitulah patutnya kita, menjadi public
figure yang low profile namun high profit, bukan sebaliknya.
Pemuda! berkaryalah yang bisa dibawa mati ya :)
No comments:
Post a Comment