30 December 2010

Putih Abu – abu, Part II

Putih Abu – abu, Part II

Tahun ajaran 2009 - 2010
Liburan Akhir Semester 2, untuk kelas 1 telah usai.
Kini berlanjut di kelas XI – IA
Dan aku masuk kelas XI IA-8. Beberapa anak, banyak yang tukeran kelas agar bisa dekat dengan teman karibnya.
Waktu itu aku nggak sekelas sama si Selvi. Ada sih pikiran untuk pindah kelas, tapi juga buat apa (?)
Itu sama artinya aku tidak mensyukuri apa yang telah aku terima. Dan berarti juga aku akan bergantung dengan si Selvi.
Okee, seperti biasa aku kenalan dulu dengan mereka.
Tiga orang diantaranya anak X – 2 dulu (Andy, Devri, Vivi)
Dan Empat orang diantaranya anak PSC 21 (Ayuk, Reza, Riris, Ririn)
Berhubung belum akrab dengan teman –teman baru, aku duduk sama vivi
Vivi itu pinter dalam hal biologi dan jago banget pelajaran b. Inggris *Tapi sayang, dia males banget kalau disuruh nyatet* Akhirnya aku deh yang bagian nyatet. Hehehehe
Wali kelas XI IA – 8: Pak Didiek, guru Fisika (again). *Walkel X-2 dulu, juga guru fisika -_______-*
Setelah beberapa hari penyesuaian, kita diskusi soal nama kelas.
Banyak usulan dari anak –anak, dan keputusan diambil.
Sebutan kelas XI IA – 8, Brandalan Kecap (Barisan IPA delapan Keren dan Cakep)

14 September 2009
Buber Brandalan Kecap pertama ini, in home’s Tanjung
Cerita selengkapnya silahkan baca posting-ku yang berjudul “Buber Brandcap 2k9”


April 2010
Berawal dari ajakan Selvi untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja “Judicial Report Competition” perlombaan ini diadakan oleh SMHI (Solidaritas Mahasiswa Hukum untuk Indonesia), fakultas Hukum – Unair.
Aku memutuskan untuk ikut serta.
Semua serba dadakan. Satu minggu sebelum pengumpulan KTI terakhir, aku dan selvi baru mempersiapkan tema dan konsep KTI.
Syukur KTI selesai tepat waktu.
Persis tanggal 8 April 2010, KTI yang berjudul “TELAAH PERILAKU ‘BONEK’ SURABAYA TERHADAP IMPLEMENTASI SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB” dikumpulkan di ruang BEM FH.
Satu minggu kemudian (13 April 2010) diumumkan 10 besar yang berlanjut ke semifinal. 


Dan tiga tim dari SMAN 16 Surabaya lolos semua lohhh
Tim 1: Anisah dan Selvi (Dengan skor tertinggi) *Alhamdulillah*
Tim 2: Frida dan Dyah (Skor KTI, urutan ke-3)
Tim 3: Jauza dan Indi (Urutan ke-8)
Beberapa hari diisi dengan persiapan dan pembuatan file powerpoint untuk presentasi.
17 April 2010
Berkumpul di ruang auditorium fakultas hukum, Judicial Report Cempetition resmi dibuka.
Tim-ku maju urutan pertama *Jujur, penampilanku kurang maksimal*
Tapi Alhamdulillah banget dari 10 besar diambil menjadi 4 besar -> yang akan maju ke babak final. Yaitu:
  1. Tim 1, dari SMAN 16 Sby
  2. Tim 2, dari SMAN 16 Sby
  3. Tim dari Santa Agnes Sby
  4. Tim 3, dari SMAN 16 Sby
Kebahagiaan menyelimutiku dan tim dari 16 lainnya. Juga kebahagiaan dari guru pembimbingku, Pak Syafi’i.
Beliau yang senantiasa membimbing dan mengarahkan cara –cara berbicara dengan baik.
Wah nggak kehitung deh, berapa banyak ilmu yang sudah ku dapat dari beliau
Setelah diberi waktu kurang lebih 2 jam, babak final dimulai.
Kali ini, presentasi disaksikan oleh orang banyak + 3 dewan juri *ya mirip-mirip ujian skripsi lah* Berbeda dengan waktu semifinal tadi, yang hanya ada 2 dewan juri di suatu ruangan.
Mengawali dengan Bismillahirohmanirrohim, presentasi dimulai *15 menit untuk pemaparan isi KTI + 15 Menit sesi tanya jawab dengan dewan juri*.
Setelah beberapa menit penampilan tim terakhir, tiba detik –detik yang menegangkan.
Pengumuman dibacakan.
Juara 1: Tim 2 dari SMAN 16 Sby
Juara 2: Tim 1 dari SMAN 16 Sby
Juara 3: Tim dari Santa Agnes Sby
Juara Harapan I: Tim 3 dari SMAN 16 Sby

Syukur Alhamdulillah tak terhingga atas pencapaian ini.
Tim-ku juara 2 dan 3 trophy perlombaan ini untuk SMAN 16 Sby.
Rasa senang dan bangga mengharumkan nama sekolah menghiasi kami

Kartinian.
Aneka perlombaan diadakan oleh OSIS.
Di sini kekompakkan Brandalan Kecap mulai terlihat.
Alhamdulillah Brandalan Kecap menjadi kelas terbesih










Mei 2010.
Awal Mei, semua siswa mempersiapkan konsep pembuatan KTI, dalam Study Tour di Bali.
Yang berlangsung selama 4 hari 3 malam.
Cerita selengkapnya, silahkan baca di posting yang berjudul “4 Hari Bersama Brandcap”



Yang jelas, kamu akan menikmati masa – masa indah sewaktu SMA ya pas kelas dua ini.
Pokoknya dijamin paling asyik, nyenengin, yah campur aduk-lah.
Setahun jadi berasa sebentar banget.
Di kelas 2 ini,
Paling sering nyarat nggak ikut pelajaran :p *tapi nggak sampek bolos sekolah kok*
Paling sering izin pulang lebih dulu *gara –gara ikut lomba ini itu*
Paling sering izin sewaktu pelajaran *untuk ikut TM ekskul ataupun acara donda (donor darah)*
Paling sering nyuekin guru yang lagi menerangkan pelajaran sambil dengerin Mp3. hehehehe.
Paling sering jalan –jalan sama temen –temen.
Paling sering guyonan sewaktu di kelas.
Yaaa kesannya sama kayak nggak sekolah-lah
Yaaa di kelas 2 ini, aku lebih bebas mengekspresikan kemauan dan bakatku
Dan pastinya sedih banget mengingat kelas 2 ini tak kan berlangsung lama. Hiks :’(

Ekskul, Part I


 Ekskul, Part I

Anisah Fathinah, siswi yang berperawakan kecil, kurus, dan berkacamata 
Suka banget ikut organisasi dan ekskul.
Seperti yang telah dibahas sedikit di posting yang berjudul “Putih Abu-abu, Part I” aku ikut ekskul PMR (Palang Merah Remaja).
Itu satu –satunya ekskul yang aku ikuti sewaktu kelas X.
Dan bertambah dua ekskul lagi. Yaitu ekskul Mading dan Masis.
Dua ekskul tersebut, baru aku geluti saat aku duduk di kelas 2.

Ekskul PMR
Sewaktu TM pertama, belum banyak peminat ekskul ini.
Tapi aku tetap bersemangat dengan suka cita mengikuti ekskul ini.
Tahunku, merupakan angkatan ke-21 di PSC (PMR Sixteen Crew).
Jadi, aku anggota PSC 21 
Kegiatan pertama setelah TM, ialah TL (Teknik Lapangan).
Yaitu kegiatan yang diadakan setiap hari sabtu. Dan wajib memakai kaos lengan panjang dan celana training selama TL.
Pelatih PMR di 16, yaitu Pak Joko Sanjaya. Biasa dipanggil Pak San 
Di sini diajarkan praktik PP (Pertolongan Pertama), PK (Perawatan Keluarga).
Juga macam –macam kasus medis.
Oya, peraturan TL juga cukup ketat.
Sebelum TL dimulai, semua wajib mengikuti pemanasan, lari – lari kecil muter kawasan 16.
Lalu dilanjutkan push-up sebanyak 16 kali sesuai angka sekolah-ku *ini sudah jadi tradisi terdahulu*
Beberapa hari berlalu, kita mulai menyusun proker pertama, menjadi panitia buber (buka bersama).
Dan lanjut acara Halal Bihalal.

Agar aku resmi menjadi anggota PMR di Surabaya, seluruh anggota wajib mengikuti Dikat SAR.
Ya secara khusus, diklat kali ini semacam pengenalan antar angkatan, senior, dan alumni.
Secara umum, diklat kali ini merupakan pemberian badge dan pin PMR sewaktu pelantikan.
Yang akan dipasang di sebelah kiri seragam putih abu – abu 
Diklat SAR dilaksanakan selama dua hari, pada 14-15 November 2008 di Claket – Mojokerto.
Jujur, aku sempat kaget dengan diklat kali ini.
Suasana selama dua hari dibikin setegang mungkin.
Anggota baru yang melenceng dari koridor peraturan, ”sedikit” diberi bentakan.
Anggota baru diajak untuk berdisiplin tinggi.
Para senior tak henti – hentinya mengingatkan dan menyisipkan tradisi kekompakkan selama acara.
Apalagi dengan seangkatan, harus KOMPAK. *Satu senang, semua juga harus senang* <- itu prinsipnya.
Satu lagi, di PSC kita merupakan satu keluarga. Tidak ada membeda –bedakan.
Jika salah satu anggota mempunyai suatu masalah, maka seangkatan dengan senang hati membantu.
Di diklat ini, aku juga baru ngerasain beberapa kegiatan yang asing menurutku.
Mulai dari post test PP, Mid test, Evakuasi pagi, Caraka malam, SSB (Siap Siaga Bencana), hingga pelantikan yang berkesan.
Yang paling berkesan itu Caraka malam dan SSB.
Caraka malam: Kegiatan yang dilakukan tengah malam di hutan, aku harus melewati beberapa pos sendirian, setiap pos juga ada amanat yang tersirat, dan berakhir menjelang shubuh.
SSB: Kegiatan ini dilaksanakan dini hari. Ya dibuat seperti simulasi bencana alam. Saat itu semua tertidur pulas, lalu tiba – tiba para senior membangunkan kita dengan ketukan pintu yang keras beserta suara “dek bangun!!! Ada gempa bumi!!!” yang tak kalah keras. Di tengah setengah sadar, sontak kami langsung keluar kamar dan menuju tempat yang ditunjuk senior. Ternyata menuju ke lapangan yang terdapat banyak “korban” bencana alam, baik yang luka – luka maupun mati. Yang kami rasakan: Tegang, dredeg, cemas, heran, bingung, panik, campur aduk-lah. Suara yang mendominasi yaitu suara pasien yang histeris kesakitan dan suara tangis para “keluarga” yang meminta tolong. Dengan kalimat khas, “Dek, tolongin keluargaku!!! Cepetan dek!!! Selak mati iki!!!”
*Jujur waktu itu aku sempet ketawa, ada senior yang aktingnya lebay. Hihihi.*
Dan buruknya lagi, pembalutan atau penanganan pada “korban” tidak berjalan dengan baik.
Bisa dibilang ancur, cur, cur banget.
Gimana nggak, lah dalam kondisi setengah sadar kita harus menolong “korban”
Di tengah gelapnya pagi, kurang penerangan.
Dan juga faktor kepanikan dari para senior.
Tapi asyik banget deh, secara nggak langsung kita disiapkan menolong siapa pun dan kapan pun 

Saat pelantikan, anggota PSC 21 resmi beranggotakan 29 orang (26 perempuan dan 3 laki- laki).
Dua diantaranya tidak ikut, karena sakit (Farid dan Mawaddah).

Dengan bangga aku memakai seragam hari senin yang ada badge PMR 
Dan aku resmi menjadi anggota PMR di sman 16 maupun di Surabaya.




Setiap senin, kini aku bisa ikutan “jaga” upacara bendera.
Dan siap sedia menolong yang sakit dan perlu bantuan 

Sekitar akhir desember 2008, sertijab dilaksanakan.
Pergantian pengurus, dan aku jadi sie barbek *kalau nggak salah*
PSC 21 jadi anggota junior baru.
PSC 20 jadi senior, yang akan mengajarkan kami selama TL.
PSC 19 nonaktif, berhubung sudah kelas 3.
Panitia inti:
Ketum: Mas Irawan
Ketua 1: Mbak Kurnia Putri
Ketua 2: Mas Aghra

Akhir Januari, 2009.
Diklat ke-2, yakni Perjusa (Perkemahan Jum’at-Sabtu) dilaksanakan.
Tujuan diadakan diklat ini, ialah sebagai persiapan lomba.
Dan umumnya untuk memperoleh sweater angkatan.
Setiap angkatan wajib memiliki sweater dengan desain yang berbeda.
Desain sudah dibuat satu bulan sebelum perjusa.
Warna dasar sweater ialah, kuning dan putih 
TL pertama setelah perjusa, senior kelas 2 mengadakan penyeleksian.
Aku ikut seleksi lomba, ikut lomba ialah salah satu alasan aku ikut ekskul PMR.
Dari SMP, aku sudah terbiasa ikut perlombaan seperti PMR.
Satu dari tiga kali perlombaan, Alhamdulillah mendapat juara 
Yakni pada 27 Mei 2007 yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Sidoarjo se-gerbangkertasusila.
Berhasil sebagai Juara 1 lomba PP Puteri.
Seperti waktu SMP, aku minat dengan tim PP.
Tapi bedanya, dulu aku bagian bikin tandu + satu kali pernah jadi korban.






Dan setelah mengalami post test mulai dari,
Medis 1: Pembalutan bagian kepala
Medis 2: Pembalutan anggota gerak atas dan bawah + badan
Medis 3: Pembidaian untuk patah tulang
Medis 4 & 5: Bikin tandu (butuh 2 orang)
Body Check: Bagian memeriksa seluruh tubuh, hingga akhirnya diketahui bagian mana yang sakit
Jadi total 1 tim PP ada 6 orang.
Jujur aku sempat pesimis, takut nggak bisa jadi tim PP 
Yang jelas aku ikut seleksi dengan sebaik mungkin.
Sebelum TL ditutup, pengumuman tim –tim lomba dibacakan.
Alhamdulillah aku masuk tim PP  lebih tepatnya di bagian medis 1 
Di bagian, Medis 1: Anisah
Medis 2 + Body Check: Syadza
Medis 3: Viona
Medis 4 & Medis 5: Ninis dan Tiara
Korban: Ajeng
Harapanku, semoga tim ini jadi tim yang solid dan tangguh.

Lomba pertama ACIPRAJA (Ajang Cipta Prestasi Palang Merah Remaja VIII) se-gerbangkertasusila menanti.
Dua minggu sebelum perlombaan, semua tim intensif latihan.
Berbagai Target dan konsekuensi dibuat untuk memacu semangat kita latihan.
22 Februari 2009.
Suasana di SMAN 19 Surabaya sebagai penyelenggara memanas.
Perlombaan dimulai dari pagi hingga sore hari.




Menjelang manghrib, seluruh perlombaan selesai dilaksanakan.
Waktu untuk pengumuman.
Dari 5 macam lomba yang diikuti, Alhamdulillah dapat 3 piala.
  1. Juara 2 PP Puteri (Alhamdulillah banget, eman nggak juara 1)
  2. Juara 1 PK (Perawatan Keluarga)
  3. Juara 2 CKDU (Cipta Karya Daur Ulang)
Emannya lagi, PSC gagal jadi juara umum 
Padahal selisih poin dengan stemba (Sekolah Teknik Pembangunan atau yang lebih dikenal SMKN 5 Surabaya <- ini saingan terberat) nggak terlalu banyak 

Dua minggu setelah ACIPRAJA, perlombaan smandela (SMAN 8 Surabaya, se-Jawa Timur) di depan mata.
Kegagalan mendapat juara umum di ACIPRAJA, membuat kita semakin semangat latihan.
Setiap pulang sekolah, setiap sore kita rutin dilatih senior kelas 2.
Target Smandela, harus bisa JUARA UMUM.
8 Maret 2009.
Setelah upacara pembukaan, perlombaan resmi dimulai.
Seperti biasa, sore hari perlombaan telah selesai.
Dan diumumkan, jantungku berdetak kencang.
Alhamdulillah PSC mendapatkan:
  1. Juara Harapan 1 PP Puteri (kali ini yang ditandingkan bukan kasus trauma melainkan kasus medis. Sehingga tim PP terpecah menjadi 2 tim) -> tim 1: Aku, Ajeng, Syadza.
  2. Juara Harapan 3 PP Puteri -> tim 2: Ninis, Viona, Tiara.
  3. Juara 3 PRS (Penyuluhan Remaja Sebaya) -> Selvi dan Fianca
  4. Juara 1 PK -> Finy dan Silvi
  5. Juara 3 PK -> Pipit dan Linda
  6. Juara 1 Traveling -> Mbak Mas’adah dan mbak Siti
Tiba saat yang paling menegangkan, pembacaan juara umum.
Ya Allah  PSC gagal juara umum  padahal biasanya PSC selalu juara umum 
Kali ini lebih nemen lagi, PSC selisih hanya 2 POINT dari Stemba *Ya Allah, langsung nelangsa*
Rasanya sedih banget, kecewa dan nggak bisa bikin senior bangga dengan angkatan kita 

Perlombaan selanjutnya cukup banyak selang waktu untuk mengerjakan proker lainnya.
Tepatnya pada 10 Mei 2009, yaitu WJP (Wahana Jumpa Prestasi) ke XVIII 2009.
Kali ini diadakan oleh Stemba (SMKN 5 Surabaya).
Dari sekian lomba PMR yang ada, perlombaan WJP ini yang paling bergengsi.
Lomba PMR ini tingkat Jatim, ditambah tamu kehormatan dari kalimantan.
Aku beruntung dapat mengikuti lomba PMR ini untuk ketiga kalinya.
Tentu saja, event perlombaan ini perlu kerja keras dan ketekunan latihan.
Itu semua kita buktikan satu bulan sebelum perlombaan, kita latihan intensif.
Dua minggu menjelang perlombaan, kita bingung mencar tempat untuk latihan.
Saat itu UNAS sedang berlangsung, otomatis sekolah harus dalam keadaan steril.
Akhirnya senior-ku yaitu mbak Mas’adah berbaik hati, rumahnya ditempati untuk latihan.
Syukur Alhamdulillah, mbak yang lebih akrab kita panggil “nenek” itu sangat berjasa bagi kami.
Di tengah hari liburan dampak unas, setiap hari kita berjuang keras dari pagi hingga sore hari.
Latihan terus menerus kita lakukan demi kesuksesan di WJP 
10 Mei 2009.
Suasana di SMKN 5 Surabaya penuh persaingan.
Aku juga terlihat lebih gugup dari perlombaan biasanya.
Sewaktu menunggu tim-ku untuk bertanding, kita dikumpulkan di aula.
Karena tim yang mengikuti perlombaan ini sangat banyak, hingga siang hari tim-ku tak kunjung maju.
Cuaca waktu itu mendung, hingga hujan turun seketika.
Suasana aula juga tak kalah dingin dibanding luar sana.
Aku dan teman –teman sedikit panik.
Pasalnya, rekan satu tim-ku yaitu syadza punya sakit asma dan bisa kambuh kalau cuaca dingin.
Tuh kan, nggak lama kemudian Syadza kumat.
Syadza menggigil kedinginan, nafasnya sulit diatur alias sesek.
Waktu itu kita nolongin Syadza se-adanya saja.
Minyak putih kita pinjam dari tim lain, kalau nggak salah dari luar kota.
Terus 5 sweater kita lepas agar badan Syadza hangat.
Tapi itu pun tak cukup, beberapa selimut yang ada di tas PP kita pinjam dari tim lain.
Suasana aula memperlihatkan keperhatinan pada tim kami.
Banyak tim – tim lain yang peduli dan membantu Syadza *jujur aku terharu banget*
Di luar sana, hujan tak kunjung berhenti.
Syadza juga tak kunjung sadar.
Beberapa panitia membawa Syadza ke UKS Stemba.
Di sana Syadza dirawat oleh pelatih MAN Surabaya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang.
Kita semakin bingung dengan tim yang tinggal 5 orang ini 
Pikiran kita, mungkin tim-ku akan di diskualifikasi 
Ya Allah, aku tak berhenti berdo’a agar Syadza cepat sembuh.
Alhamdulillah Allah mendengar do’a kita.
Pukul 3, kondisi Syadza kembali pulih walaupun masih pucat.
Tim-ku memang belum dipanggil untuk maju.
Pak San pelatih kami, bertanya kepada Syadza.
“Gimana ca, sudah baikan? Sekiranya kuat nggak ngelanjutin lomba ini?”
Syadza menjawab, “InsyaAllah kuat pak.”
Ada secerca harapan untuk tetap optimis.
Waktu mendekati pukul 4 sore, tim kami akhirnya maju.
Bismillah, kita pasti bisa.
Dengan kemampuan yang kita punya, kita keluarkan semua saat lomba berlangsung.
Argument kita tentang teknik perlombaan, seupaya kita untuk mempertahankan di depan juri.
Aku tetap optimis, sekalipun tadi kita sedikit kesulitan menangani korban dan saingan yang terlatih.
Menjelang Isya’, segala macam perlombaan baru berakhir.
Tiba waktu pengumuman, pukul 19.00.
Syukur Alhamdulillah tim ku Juara 3 PP Puteri dan Juara 3 Cerdas Cermat 
Terbayar sudah semua pengorbanan kita selama ini *Makasih Ya Allah*
Terbukti sudah tim PP ku bisa jadi tim yang solid, Alhamdulillah.
Orang yang pertama kali aku temui setelah aku turun panggung mengambil piala, ialah nenek.
Nenek yang melatih kita selama ini.
Nenek yang suka marah kalau kita nggak latihan atau malas latihan.
Nenek yang sabar dengan kenakalan kita.
Aku peluk nenek dan ku ucapkan terima kasih 
Nyaris saja air mata-ku keluar saking terharu 
Seperti biasa setelah perlombaan, sesuai tradisi semua angkatan wajib porsi (Push-up 16 kali)
Sebagai ungkapan rasa syukur atas pencapaian ini.

Kelas satu akan segera berakhir, dan waktu untuk berganti junior menjadi senior.
Sekitar bulan Juni, diadakan diklat terakhir yaitu Diksen (Diklat Senior).
Secara umum diklat ini untuk memperoleh scraft.
Dan secara khusus untuk mencari bibit – bibit ketum (Ketua Umum).

Satu tahun yang tidak singkat, dan penuh sarat.
Banyak hal, banyak pengalaman yang aku peroleh di satu tahun ini.
Banyak teman, baik seangkatan, senior, dan alumni.
Aku sungguh beruntung dan bangga bisa menjadi anggota PMR.
PMR bagaikan keluarga kedua ku selain di rumah 
Tradisi –tradisi lama yang masih digunakan merupakan aset yang bermanfaat bagi para anggota.
Terima kasih banyak atas pelatih –pelatih PMR terdahulu.
Terima kasih banyak alumni –alumni yang masih care dengan PSC.
Terima kasih atas ajaran, tradisi, sistem kekeluargaan yang keren. PSC is the best 

28 December 2010

Putih Abu - abu, Part I


Putih Abu - abu, Part I

Selamat datang
Makasih ya, sudah menyempatkan membuka blog yang nggak jelas ini. Haihahaii...
Blog ini dibuat waktu aku duduk di bangku SMA kelas 2 *jelas banget isinya masih jelek gini :p *

Hey!! yang belum kenal aku, ayoo kenalan dulu!!!
Kenalin, namaku Anisah Fathinah *sok imut*
Biasanya dipanggil “Nah” sama temen – temen SMA-ku.

Cerita dimulai saat aku duduk di bangku SMA.
SMA Negeri 16 Surabaya *banyak orang bilang ini sekolah negeri terluas ke-2 di Surabaya setelah SMAN 19 Surabaya. Dan terkenal juga, sekolah ini angker banget*
Terletak di Jalan Raya Prapen, bersampingan dengan SMP Negeri 39 Surabaya.
Yes, that’s my school
I Love you so much 16 Senior High School.

Awal – awal masuk sana, aku nggak kenal siapa –siapa loh... Kayak orang kesasar, toleh sana – sini nggak jelas -____- *Maklum, aku anak Sidoarjo + ini sekolah, ayahku yang pilih*
Sebagaimana menjadi siswa baru, aku wajib ngikutin PRAMOS sehari *tapi aku nggak ikut :p* dan MOS (Masa Orientasi Siswa) selama tiga hari.

14 – 16 Juli 2008.
Nggak banyak sih yang masih aku ingat dihari pertama ataupun hari kedua. Yang jelas sistem organisasi OSIS di sini keren banget, senior di sini juga cerdas – cerdas. Penyampaian materi selama MOS juga sangat atraktif, good job deh buat panitia saat itu (apalagi sama ketum OSIS waktu itu, mas Yanuar. Mas Yan ini baik dan berwibawa banget).
Benar – benar nggak kebayang dipikiranku kalau di 16 SHS ini keren banget. Nggak cuman luarnya, tapi dalamnya juga
It’s very amazing.
MOS hari ketiga yang paling aku ingat itu waktu penutupan MOS.
Wah benar – benar penyusunan acara yang indah (Api unggun di tengah lapangan, melepaskan burung dari sangkarnya) uwouwouwo :o Pokoknya nggak akan terlupakan deh.

Tiga hari yang singkat, tapi kesannya berkepanjangan.
30 anak lebih kukenali satu persatu, dan masih cupu – cupunya. Haihaihaihaaii
Waktu MOS jamanku dulu ada yang namanya dosen dan asisten dosen. Ya semacam Ketua kelas dan wakil ketua kelas. Dosennya, Sukma dan Asdos-nya, Agha.
Nggak kalah baiknya kakak pendampingku di kelas. Ada Mbak Candra, Mbak Nanda, dan Mas Miftahul



17 Juli 2008.
Hari pertama angkatan 2008 masuk sekolah
Hari pertama duduk di bangku SMA in 16 SHS.
Pukul ±6 pagi sampai sekolah, langsung menuju leter U. Daerah yang akan ditempati kelas X. Muter – muter kelas sana – sini untuk mencari namaku yang terpampang di kertas.
Beberapa menit kemudian, sorot mataku tertuju pada kertas yang ditempel di depan kelas X – 2.
Yeaaah!!! Any my name in paper
Tanpa berpikir panjang lagi, aku masuk deh dengan malu – malu kucing.
Berhubung aku datangnya telat, aku dapat tempat duduk paling belakang deh. Hadeeh -___-
Orangnya kecil, tapi duduk di belakang *gpp wes, dinikmati aja *
Bangku itu ternyata sudah ada penghuninya loohh. Yes, that’s Navyla Sonnia. Teman dudukku yang pertama. Kenalan deh akhirnya aku sama dia.
Di hari itu wali kelas X – 2, Bu Yanti belum bisa hadir. Soalnya beliau baru saja melahirkan.
Terus akhirnya digantiin siapa gitu *lupa aku :p*
Di hari itu juga, X – 2 melakukan pemilihan pengurus kelas.
And cekidot  
Ketua kelas : Achmad Alvinsyah
Wakil ketua kelas : Shofiyatul Qoyyimah
Sekretaris I : This is me, Anisah Fathinah
Sekretaris II : Zaky Aulia Rahman
Bendahara I : Lika Dewi
Bendahara II : Astina


Nggak lama setelah beberapa hari KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dimulai, ada pendaftaran anggota baru untuk ekskul. Dan jelas banget minat-ku yang pertama adalah ikut ekskul PMR.
Nggak cuman sekedar ingin melanjutkan ilmu yang sudah ku dapat sewaktu SMP, tapi juga ingin masuk dalam organisasinya dan ikut lomba – lombanya juga
Sewaktu TM PMR pertama, disitu aku disuruh perkenalan beserta visi misi ikut ekskul PMR.
Seingatku TM pertama itu, yang datang baru sedikit. Dan nggak ada anak cowok sama sekali.

And than next week.
Pengurus OSIS lama membuka penyeleksian anggota OSIS baru.
Yaa, aku berminat untuk ikut. *maklum aku suka banget ikut organisasi*
Ada tawaran dari Alvin (si ketua kelas) yang juga kandidat ketua I, dia mencalonkan aku untuk jadi sie PSHT (....) terus di PMR aku juga ikut seleksi buat jadi sie PMR.
Jujur waktu itu aku bingung banget harus pilih yang mana. Dan notabene aku ingin fokus jadi anggota PMR.
Berhubung aku lama banget ngasih keputusan, akhirnya aku tergantikan dengan anak lain.
Sempet nyesel banget waktu itu nggak jadi pengurus OSIS tahun 2008 – 2009. Tapi mungkin semua ini ada maksudnya. Aku jadi lebih fokus ikut ekskul PMR

Karena Alvin jadi ketua OSIS I dan Zaky jadi sie volley, otomatis posisi ketua kelas dan sekretaris II tergantikan oleh Devri Haryanto Manullang *orang batak, tapi nggak tegas blas :p *dan Dita Anindra Vasthi *partner baruku *
Awal mulanya X – 2 ini diberi nama Apollo (Arek Sepolo Loro) terus seiring berjalannya waktu, berganti dengan SOE – SOE (Sepolo Loro Soeper Oenik). Hahahaha.
Selama setahun itu aku berganti – ganti pasangan dalam hal tempat duduk. Mulai dari Vyla, Lika, Selvi sampai Bela.
Banyak hal yang mengisi kebersamaan SOE –SOE.
  • Seperti waktu perlombaan agustusan.
Kelasku menang kelas terindah loooooh
  • Sewaktu jalan – jalan bareng
  • Sewaktu syukuran ulang tahunnya Deny
Awal –awal semester 2 berlangsung, setiap kelas akan mengadakan pameran kelas yang akan diadakan pada akhir bulan mei.
Persiapan yang panjang dan pemikiran konsep yang matang.
Beberapa usul diputuskan bersama, dan pada akhirnya tema pameran SOE – SOE adalah “The Village of Java”
Berbagai macam kesulitan dialami SOE – SOE.
Tapi tetap suka duka dilewati bersama
Event yang diketuai Hadi ini, bisa dibilang sukses loh!!!
Pengunjung waktu hari H banyak banget. Serta banyak komentar – komentar positif baik dari guru maupun siswa 16 SHS

Waktu kelas satu hampir usai.
Nggak kerasa akan menerima rapot.
Dan itu artinya kita semua nggak akan sekelas lagi. Karena di kelas dua nanti, adalah saat penjurusan, baik jurusan IPA maupun IPS.
Jujur aku pengen banget masuk jurusan IPA. Waktu itu aku takut banget nggak bisa masuk IPA, soalnya nilaiku pas – pasan. Hehehe
Tapi syukur Alhamdulillah aku bisa masuk jurusan IPA Seneng tak terkira sewaktu itu
Di sisi lain aku kasian banget sama ajeng, padahal dia ngoyo banget belajar buat masuk IPA, tapi ternyata nilainya masih kurang dan dia masuk IPS
Dia langsung down, nangis, dan menyendiri di kebun bibit.
Kita sekelas kepikiran banget sama ajeng, yaudah deh kita nyusul ke kebun bibit.
Di sana kita berusaha menghibur Ajeng dan ngasih semangat ke dia. Dan pada dasarnya jurusan IPA maupun IPS itu sama aja. Iya kan???

Sehari setelah penerimaan rapot, SOE – SOE mengadakan acara perpisahan kelas di Tretes.
Di sana kita naik disang (Truk TNI)
Di sana kita tiga hari dua malam (22 – 24 Juni 2009).
Banyak hal yang kita lakukan di sana.
  • Jalan – jalan pagi bareng ke kakek bodoh 


     
  • Bakar – bakar Jagung + Roti
  • Masak – masak sendiri
  • Nyantai bareng
  • Mainan bareng (Catur-an, gitar-an, main kartu)
  • Sholat berjamaah
  • Malam terakhir kita “Jujur -jujuran”
Di sini kita ngeluarin semua uneg – uneg kita selama setahun ini.

Banyak banget deh suka duka di SOE – SOE.
Di sini aku bertemu dengan Selvi, yang jadi teman karibku hingga saat ini.
Di sini berbagai karakter seseorang kutemui.
Berikut pendapatku tentang mereka:
  1. Alvin: Seorang ketua 1 OSIS. Yang artinya, ia mempunyai jiwa kepemimpinan yang tinggi dan bersikap tegas (terkadang negesi). Tapi sayangnya, Alvin mempunyai sifat – sifat yang hampir seluruh warga SOE – SOE nggak suka sama dia. Sebenarnya sih, aku sempat salut sama dia bisa memimpin suatu kegiatan. Tetapi, dia hanya ikut awal – awalnya saja. Eh terakhirnya dia nggak ngebantu. (Contohnya, pas waktu acara perpisahan kelas). Tapi syukur deh, dia janji mau ngerubah sifatnya.
  2. Ajeng: Bisa juga dipanggil dengan sebutan “ONENG”. Anak satu ini bikin anak – anak jadi ketawa pas dia lagi menyanyi. Gimana nggak, suaranya itu lho… merdu banget… hehehe. Oneng itu orangnya aneh banget. Soalnya dia itu selalu ketawa – ketawa sendiri. Aneh kan?? Dia juga manggil aku dengan sebutan “CACING” Hahahaha… emang aku mirip cacing apa? Atau karena tubuhku yg memang kecil ini, hingga ia mengira aku cacingan. Oh No!!!!! -____-
  3. Ami: Ami itu.. nggarai wong mangkel. Jarene njaluk nginep…? Nang ndi kon pas anak -anak ada di tretes? PACARAN TA?!!! *maklum, dia nggak ikut pas perpisahan* Yang satu ini mah emang juga jago maen bola, bonek lagi.
  4. Andy: Kecap, (sebutan ANDY= KECAP). Makasih ya cap, selama ini kamu nyontekin aku waktu UAS. Kamu sih jago banget pelajaran matematika.
  5. Anisah: Yes, this is me. Menurut warga SOE – SOE aku itu kecil + kurus banget (bener nggak seh?) dengan berbagai sebutan “SI CACING” oleh si ajeng dan mayang. “SI BITENG” oleh si wimbo. “SI NAH-NAH” oleh si boyon dan bella. Hahaha, dasar arek – arek iki. Mbok cari sebutan seng apik titik po’o -___- Tapi nggak papalah, toh anak – anak juga seneng dengan manggil aku kayak gitu
  6. Astina: Astina mah kalau di kelas suka banget sms-an. Sampai – sampai kalau dipanggil anak –anak nggak noleh – noleh. Hadeeeh -___- *kadang malah pas ulangan*
  7. Ayu: Ayuk ini orangnya polos banget + sabar banget. Dan nggak kalah bangetnya lagi, dia pinter banget loooh. Kalau nggak rangking satu, ya rangking dua. *gantian sama ummi* Ayuk ini juga anggota PSC looh, tapi sayang dia nggak terlalu aktif.
  8. Hadi: Kata Hadi: cewek idamannya itu boyon alias sisy. Hahaha *ngakak* Lucu banget, pas di tretes si Hadi bilang cewek idamannya adalah boyon. Haha. Oiya aku inget pas aku kenalan sama temennya Deny, terus si Hadi bilang ”yak opo nis pandangan pertamae?” hahaha. Seketika itu mukaku jadi merah…wkwk.
  9. Sisy: Sisy alias Boyon alias Cintantya ini, suka banget sama Avril Lavigne. Kadang juga ber-PD ria ngaku –ngaku mirip Avril versi islami. Hahaha. Dia juga partnerku di mading D2, Si Cinta pake acara ngeksis di koran deteksi – Jawa Pos pas ultah-nya.
  10. Denny: Saya lapor ke pak ketua: “lapor, acara perpisahan warga soe-soe sukses!!!”. Pak ketua bilang, “yaiyalah itu semua kan berkat kakak aku (carry underwood) yang memberikan donatur 10 jt” *Kalau yang satu ini nge-fans banget sama Carry Underwood, pakek ngaku Carry itu kakaknya lagi. hahaha* Aku salut banget sama denny. Dia itu temen yang baek, temen yang pinter, pas jadi ketua juga jago banget *good job deh * (Baik sewaktu jadi ketua perpisahan kelas maupun waktu memimpin mading 2D di detcon 2k9).
  11. Devri: Banyak yang bilang, nih anak saudaranya Bella. Devri itu pas jadi ketua kelas nggak teges banget, padahal orang batak *bertolak belakang sekali ya?*
  12. Dita: Mami :** Wih mami, makin mesra aja sama papi.. yang langgeng ya mi
  13. Wita: Nih anak ngeksis banget kalau di depan kamera. Hobby banget difoto. Hahaha.
  14. Fadiah: Tante itu endel loh orangnya. Suka banget ganti – ganti pacar.
  15. Faiq: Kalau di kelas diem banget -___- tapi anak ini diam – diam menghanyutkan loh, karena aslinya dia itu pinter.
  16. Fidya: Anak ini suka banget sama warna kuning, banget malah. Hobby banget memburu barang – barang berwarna kuning.
  17. Finy: Sapiiii!!! Dipanggil sapi karena *suka banget sama barang yang bentuknya sapi* anggota PSC juga .
  18. Vandha: Nggak kalah ngeksis kayak Wita. Hobbynya hunting foto.
  19. Harjito: Anak ini hobby banget nggarai anak cewek. Kadang sampek sebel -__-
  20. Intan: Suka banget nonton film. Apalagi kayak film yang ada series-nya. Kayak Twilight, dkk. Dan Harry Potter.
  21. Irmaya: Kalau dia manggil ibu-nya, dengan “bunda”. Wah jarang –jarang ada anak yang sekarang manggil kayak gitu. Jago banget main kartu bridge.
  22. Lika: Anak ini nggak kalah diemnya kayak Faiq. Tapi rajin banget kalau ada PR.
  23. Nadia: Biasa juga dipanggil Lola. Soalnya kalau diajak ngobrol, dia agak lama connect-nya. Hahaha.
  24. Vyla: Salah satu anggota PSC juga, tapi nggak terlalu aktif
  25. Pamungkas: Hadeeh -___- anak ini suka banget bolos sekolah. Sekalinya masuk, jarang banget ikut pelajaran.
  26. Mayang: Anak ini sebenernya baik, tapi omongannya kurang dijaga. Ya kadang agak nyakitin hati seseorang kalau dia lagi bicara.
  27. Ratna: Cewek cantik berjilbab *menurutku sih* nih anak sama kayak aku kurang bisa dalam hal pelajaran b.inggris
  28. Redy: Cowok ini, cowok yang disukai sama Intan. Cowok berkacamata ini baik banget orangnya.
  29. Widia: Biasa dipanggil “karol” nggak tau deh asal mulanya gimana. Nih anak sahabat karibnya Oneng.
  30. Brian: Papi ini baik banget orangnya. Jangan sampek cerai sama mami ya pi. Semoga tetep akur - akur aja
  31. Selvi: Biasa dipanggil anak –anak “gajah” atau “gerobak”. Makasih ya sudah jadi teman yang baik bagiku walaupun semua itu baru kerasa di akhir – akhir menjelang kita naik kelas 2. Tapi gpp-lah, toh sampai detik ini kita masih jadi sahabat karib kan . Anggota PMR juga. Dan nggak kalah aktifnya di PSC.
  32. Sofi: Ibu kedua di soe-soe yaitu umi. Sosok cewek yang satu ini bener - bener aku kagumi dan bangga bisa punya temen seperti dia. Bayangin aja, dia itu beda banget sama cewek –cewek lainnya. Maksudnya, dia itu nggak pernah nyontek loh! Hebat banget ya! Salut banget sama dia.
  33. Vivi: Dulu di sekolah sering banget pacaran, tapi sekarang udah nggak seberapa sih. Pas tidur waktu di tretes, dia ngorongnya keras banget. Sampe direkam sama anak –anak. Hahaha.
  34. Wawan: Nih anak sabar banget kalau digarai sama anak –anak. Nggak kalah hebohnya lagi, wawan itu anak cowok yang pintar
  35. Wimbo: Hai besar, yang semuanya serba besar di kamu. Makan yo akeh, jajan yo akeh. Dan di mata-mu itu, aku kecil… nggak kayak kmuh yang besar
  36. Rifian: Anak ini sering banget dimarahi sama guru, gimana nggak? Dia sering banget nggak ngumpulin tugas dan suka bolos! Pas dimarahi guru, nih anak malah senyam –senyum. Aneh banget ya?
  37. Zaky: Biasa dipanggil “Temang” atau “Unyil”. Soalnya badannya dia itu kecil
  38. Zonny: Ihiiiy, zonny jadi cowok idolanya Nadia pinter banget bikin gravity.
  39. Bella: Junior dia merupakan anak baru di soe - soe. Tapi secara nggak langsung dia udah jadi bagian dari keluarga soe – soe