Paling kiri kelihatan serius karena masih punya tanggung jawab
Sebelahnya masih setengah senyum karena masih jadi pembimbing
Yang satunya kelihatan banget kalau baru lulus, jadi agak gimana gitu
Paling kanan ya gitu, udah jadi kakak alumni hehe
Salam hormat, atas dedikasinya untuk BOS mas Ongky, mas Feri serta kakak-kakak yang tak bisa kami sebutkan semuanya, dari kami yang menuruskan perjuangan kalian.
Dear, keluargaku di BOS...
Terima kasih telah melibatkan kami dalam masa awal perintisan BOS, yang berusaha mempercayai dan yakin bahwa kami bisa membawa BOS lebih baik, yang bertahan akan kekurangan dan keterbatasan yang kami miliki dan tetap sabar berada di samping kami, menjadi penghibur dan penyemangat saat kami menyerah.
Hari ini sedang berlangsung Diklat Lapang BOS ke-VI dan sore ini juga akan mengukuhkan keluarga baru BOS Fapet. Apa artinya? Saat tahun 2012 BOS didirikan, jumlah anggotanya tak genap 100, kini? Sudah hampir mencapai 1000 anggota!
Akankah? Jumlah ini terus bertambah sampai tahun-tahun berikutnya?
Keberhasilan regenerasi dari sebelum dan setelahnya yang akan menjawabnya.
Tentu, tak baik jika cukup puas dengan kuantitas, lalu kualitasnya?
Ya, semoga! Do'a kita selalu, semoga kualitas dan kuantitas dapat berjalan beriringan bagi kalian.
Sejatinya, ada diantara kalian yang akan menjadi pengurus atau tidak. Namun sebenarnya sama saja, mungkin perannya saja yang berbeda. Tetaplah bersama kami dan dukung kami kalau perlu bimbing kami, ingatkan kami bila salah. Karena kita tak bisa jalan sendiri, kita perlu bersinergi.
Dan jika ada yang bangga dengan jabatan pengurus atau memiliki wewenang, mungkin dia lupa bahwa jadi pemimpin itu tak hanya dilihat dari ke-eksistensi-an di dunia semata. Meski, dalam miniatur kecil, tetap saja semua akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Namun, bukan berarti kita takut dan memilih menolak menghadapi tantangan, justru berusahalah sebaik mungkin. Karena terlalu banyak kelalaian akan janji, ucapan dan perbuatan kami. Setulus hati kami tak bermaksud demikian, kekurang-pekaan kami hingga tak mengerti apa harapan dan keluh kesah kalian sehingga mungkin kami pernah menyakiti hati kalian. Maka, sungguh maafkanlah kami.
Jangan lelah tuk berjuang, meneruskan niat awal kita semua. Teruslah mengukir kebaikan, pengalaman dan pelajaran yang baik. Hingga akhirnya kalian akan tersadar, buah yang akan dipanen benar-benar buah pilihan. (AF)

No comments:
Post a Comment