Surabaya – 19/11/2016
Meyda Safira, Penggiat Pendakwah
Muda Muslimah
Hampir
setiap audience-nya adalah anak remaja, utamanya para perempuan. Pagi
itu, saat kak Meyda memasuki ruangan, serentak suara para peserta bergemuruh
kagum akan sosok yang mereka nantikan perangai dan ilmu yang akan disampaikan.
Bahkan, hasrat yang belakangan cukup mendominasi: ya foto bareng kak Meyda,
foto bareng artis! Apalagi ditengah ke-eksistensi-an yang kini menjadi hal
nomor satu.
Pemeran
Husna di Film Ketika Cinta Bertasbih ini, tengah menghabiskan waktunya dengan
kebaikan. Selain sedang menempuh Studi Magister (S2), kak Meyda juga
kerap mengisi berbagai talkshow dan seminar-seminar remaja. Tak hanya
cerdas dalam bermain film, aslinya pun lebih dari itu. Pembawaannya begitu
santai, santun namun tetap tegas, berwawasan luas sehingga mudah dimengerti
para peserta karena sering disandingkan kisah nyata dan cerita penuh hikmah.
Ketika awal
menyapa audience di event manapun, kak Meyda selalu mengajak peserta untuk
bersama-sama meluruskan niat datang di tempat tersebut semata-mata karena
Allah. Kemudian dilanjutkan dengan dipandu Kak Mey “Semoga Allah menerangi ilmu
yang sedang kita jemput ini, Astaghfirullahal'adzim wa atubu ilaih” sebanyak 3x.
Kenapa ber-istighfar?
Kita yang
sering bicara ini, makin banyak dosanya. Karena lebih mudah 'keplesetnya' dan
makin mudah merasa paling benar. Tapi... bukan berarti remaja harus diam, apalagi
jika ada yang tidak baik atau salah. Pernah mendengar "Islam datang dalam
keadaan terasing dan akan kembali dalam keadaan terasing"? Rasulullah
pernah bersabda bahwa akan ada di zaman saat engkau sabar dalam menjalankan
ibadah, dalam menjalankan agama itu seperti engkau menggenggam bara api:
'yang pakai jilbab dibilang
ekstrim',
'semakin lebar menutup dada dibilang
ekstrim',
'yang laki-laki shalat shubuh di
masjid dibilang nggak gaul'
Loh, memenuhi kewajiban dan perintah
Allah kok dibilang ekstrim?
Mainstream. 'main = utama' 'stream = arus'
Disaat
orang beranggapan bahwa kembali kepada fitrah beragama adalah sesuatu yang
asing, maka orang-orang yang berusaha mendobrak/ melawan arus di zaman tersebut
rasanya terhimpit banget. Kalau kita mengikuti kebanyakan orang tanpa kita
pakai ilmu, maka jadinya sesat (5: 116). "Agama tanpa Ilmu jadinya buta.
Ilmu tanpa Agama, jadinya akan lumpuh." Albert Einsten.
Regenerasi
itu harus dipersiapkan, karena Rasulullah bilang kita nggak boleh meninggalkan
generasi lemah di belakang kita. Kenapa? Karena tantangan pada generasi
tersebut akan lebih berat. Jika ditinggalkan akan hancur semuanya, terutama
anak muda yang mudah terbawa arus.
Harus menjadi
remaja yang keren intelektualnya, spiritual, emosionalnya, karena: Allah menciptakan
manusia sebagai khalifah, baik laki-laki maupun perempuan. Khalifah itu apa?
Pemimpin atau perwakilan-perwakilannya Allah. Seperti halnya dengan penjual
kosmetik, ia harus representatif seperti produk kecantikannya dengan
memakai pakaian yang bersih, sebelum berjualan harus make-up dahulu.
Nah, dengan demikian kita sebagai khalifahnya Allah, juga harus seperti mewakili
sifat-sifat Allah. Baik saat kita berkegiatan apapun, dimanapun, dan kapanpun.
Kak Meyda
menyampaikan juga: Saya juga suka baca buku-buku motivasi, tapi terkadang nggak
semua yang saya pertanyakan terjawab. Kemudian saya baca Al-Qur'an, masyaAllah.
Semua jawaban ada di situ. Saya baca terjemahannya.
Sampai
disaat kak Meyda penasaran, "Kenapa sih Islam melarang pacaran?" dan
menemukan buku yang berjudul 'Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps'
yang menyebutkan: bahwa wanita itu cenderung "Need and commitement"
sedangkan laki-laki, ruang terbesar dalam otaknya adalah "sex".
Jika sampai
detik ini kalian masih nggak paham atau masih ragu?
Bacalah!
setelah baca, berfikirlah!
Nggak semua hal di dunia ini dapat
dijawab secara ilmiah. Yakini dulu, baru setelah itu cari pembuktian. Jangan
terus-terusan maunya 'disuapin', kita sendiri yang harus menjemputnya, mencari tau dan
belajar.
Terakhir, untuk menjadi remaja yang
anti mainstream:
1. Harus tahu, Allah menciptakan
kita untuk apa
2. Kita punya potensi. Ketika Allah
kasih tugas, pasti Allah juga beri potensi.
"Yuk jadi remaja kece yang anti mainstream" (AF)

No comments:
Post a Comment