27 November 2016

Meyda Sefira - Jangan Mau Terbawa Arus



Surabaya – 19/11/2016
Meyda Safira, Penggiat Pendakwah Muda Muslimah

     Hampir setiap audience-nya adalah anak remaja, utamanya para perempuan. Pagi itu, saat kak Meyda memasuki ruangan, serentak suara para peserta bergemuruh kagum akan sosok yang mereka nantikan perangai dan ilmu yang akan disampaikan. Bahkan, hasrat yang belakangan cukup mendominasi: ya foto bareng kak Meyda, foto bareng artis! Apalagi ditengah ke-eksistensi-an yang kini menjadi hal nomor satu.

     Pemeran Husna di Film Ketika Cinta Bertasbih ini, tengah menghabiskan waktunya dengan kebaikan. Selain sedang menempuh Studi Magister (S2), kak Meyda juga kerap mengisi berbagai talkshow dan seminar-seminar remaja. Tak hanya cerdas dalam bermain film, aslinya pun lebih dari itu. Pembawaannya begitu santai, santun namun tetap tegas, berwawasan luas sehingga mudah dimengerti para peserta karena sering disandingkan kisah nyata dan cerita penuh hikmah.

    Ketika awal menyapa audience di event manapun, kak Meyda selalu mengajak peserta untuk bersama-sama meluruskan niat datang di tempat tersebut semata-mata karena Allah. Kemudian dilanjutkan dengan dipandu Kak Mey “Semoga Allah menerangi ilmu yang sedang kita jemput ini, Astaghfirullahal'adzim wa atubu ilaih sebanyak 3x. 

      Kenapa ber-istighfar?
     Kita yang sering bicara ini, makin banyak dosanya. Karena lebih mudah 'keplesetnya' dan makin mudah merasa paling benar. Tapi... bukan berarti remaja harus diam, apalagi jika ada yang tidak baik atau salah. Pernah mendengar "Islam datang dalam keadaan terasing dan akan kembali dalam keadaan terasing"? Rasulullah pernah bersabda bahwa akan ada di zaman saat engkau sabar dalam menjalankan ibadah, dalam menjalankan agama itu seperti engkau menggenggam bara api: 
'yang pakai jilbab dibilang ekstrim', 
'semakin lebar menutup dada dibilang ekstrim', 
'yang laki-laki shalat shubuh di masjid dibilang nggak gaul'
Loh, memenuhi kewajiban dan perintah Allah kok dibilang ekstrim? 

Mainstream. 'main = utama' 'stream = arus'
     Disaat orang beranggapan bahwa kembali kepada fitrah beragama adalah sesuatu yang asing, maka orang-orang yang berusaha mendobrak/ melawan arus di zaman tersebut rasanya terhimpit banget. Kalau kita mengikuti kebanyakan orang tanpa kita pakai ilmu, maka jadinya sesat (5: 116). "Agama tanpa Ilmu jadinya buta. Ilmu tanpa Agama, jadinya akan lumpuh." Albert Einsten.

     Regenerasi itu harus dipersiapkan, karena Rasulullah bilang kita nggak boleh meninggalkan generasi lemah di belakang kita. Kenapa? Karena tantangan pada generasi tersebut akan lebih berat. Jika ditinggalkan akan hancur semuanya, terutama anak muda yang mudah terbawa arus.

    Harus menjadi remaja yang keren intelektualnya, spiritual, emosionalnya, karena: Allah menciptakan manusia sebagai khalifah, baik laki-laki maupun perempuan. Khalifah itu apa? Pemimpin atau perwakilan-perwakilannya Allah. Seperti halnya dengan penjual kosmetik, ia harus representatif seperti produk kecantikannya dengan memakai pakaian yang bersih, sebelum berjualan harus make-up dahulu. Nah, dengan demikian kita sebagai khalifahnya Allah, juga harus seperti mewakili sifat-sifat Allah. Baik saat kita berkegiatan apapun, dimanapun, dan kapanpun.

     Kak Meyda menyampaikan juga: Saya juga suka baca buku-buku motivasi, tapi terkadang nggak semua yang saya pertanyakan terjawab. Kemudian saya baca Al-Qur'an, masyaAllah. Semua jawaban ada di situ. Saya baca terjemahannya.

     Sampai disaat kak Meyda penasaran, "Kenapa sih Islam melarang pacaran?" dan menemukan buku yang berjudul 'Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps' yang menyebutkan: bahwa wanita itu cenderung "Need and commitement" sedangkan laki-laki, ruang terbesar dalam otaknya adalah "sex".

     Jika sampai detik ini kalian masih nggak paham atau masih ragu?
     Bacalah! setelah baca, berfikirlah!
Nggak semua hal di dunia ini dapat dijawab secara ilmiah. Yakini dulu, baru setelah itu cari pembuktian. Jangan terus-terusan maunya 'disuapin', kita sendiri yang harus menjemputnya, mencari tau dan belajar.
Terakhir, untuk menjadi remaja yang anti mainstream:
1. Harus tahu, Allah menciptakan kita untuk apa
2. Kita punya potensi. Ketika Allah kasih tugas, pasti Allah juga beri potensi.

"Yuk jadi remaja kece yang anti mainstream" (AF)

No comments:

Post a Comment