27 December 2016

Setia Furqon Kholid - Asyiknya Bangun Keluarga





Sabtu, 18 Desember'16 lalu berkesempatan bertemu dan mengikuti training dari kak Setia Furqon Kholid (Inspiring Motivator Termuda se-Asia Tenggara). Sejak sepuluh tahun yang lalu, diusia yang masih muda (18 tahun), Setia Furqon Kholid telah berkarir sebagai seorang penulis, motivator dan entrepreneur. Semua buku-buku nya best seller, salah satu bukunya berjudul ‘Jangan Jatuh Cinta Tapi Bangun Cinta’.  Kemudian pada Tahun 2008, ia mendirikan Setia Training Center yang berpusat di Bandung. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, divisi Layanan Sosial NH berkesempatan mengundang kak Furqon dalam acara training untuk Sahabat Muda NH (Genpres) di Surabaya. Selesai memberikan training, saya berkesempatan berbincang sejenak dengan beliau. Berikut catatannya:


Diantara buku-buku kak Furqon, ada yang berjudul ‘Asyiknya Bangun Cinta’. Lalu bagaimana caranya untuk bangun keluarga menurut kak Furqon?
Saya menikah usia 23 tahun, dari awal memang kita sudah punya perencanaan keluarga. Sebelum menikah sudah ada proposal pernikahan. Kemudian setelah menikah, ketika hari pertama bertemu dengan istri langsung kami membuat program, merancang target. Bahkan kita buat apa sih budaya dari keluarga kami masing-masing. Kemudian nggak boleh ngomongin masa lalu, nggak boleh ngomong wanita lain, nggak boleh merendahkan orang tua masing-masing, kemudian anak ingin seperti apa. Jadi memang ada banyak hal yang kita siapkan. Nah setelah itu memang harus dikontrol apakah sudah sesuai keluarga yang ingin kita bentuk dengan hasil yang memang sudah didapatkan. Nah itu yang  saya lakukan dari tahun 2011 sampai sekarang tahun 2016.

Ditengah kesibukan berbagai aktivitas mengisi training dan menjalankan bisnis, bagaimana hubungan kak Furqon dengan anak?
Sangat dekat, karena memang senin sampai jumat saya ada di rumah. Biasanya baru weekend yang keluar kota. Dan saya nggak punya jam kerja jadi justru lebih banyak dengan keluarga. Sehingga lebih santai karena tidak ada work hour. Karena anak itu bukan hanya butuh kualitas pertemuan tapi kuantitas pertemuan juga. Biasanya kalau di rumah anak laki-laki dua-duanya main perang-perangan, dibacain buku dan mengaji bersama. Jadi memang harus ada kedekatan yang dibangun dari sejak kecil. Sekarang anak yang satu 3 tahun, yang satu 4 tahun. Jadi masih pada kecil tapi justru pembentukan karakter itu memang ketika mereka usia belita.

Apakah target utama peserta training kak Furqon selalu remaja/ anak muda?
Nggak juga, karena belakangan ini sekarang mengisi di instansi-instansi. Karena pada tahun 2016 ini sudah mulai perpindahan dari remaja/ anak muda menuju ke instansi dan perusahaan. Hanya memang sampai saat ini, saya belum menemukan pengganti untuk remaja dan anak muda sehingga kasian jika ditinggalin. Karena sebenarnya kalau dari usia, saya sudah kurang pantas tapi saya harus kader dulu banyak orang. Sehingga, nanti bisa menggantikan saya untuk anak-anak remaja.

Apa sih yang ingin disampaikan kak Furqon ke anak muda? Ingin anak muda itu seperti apa?
Kita ada konsep SETIA, yaitu 5 kekuatan dahsyat: spiritual power, emotional power, true financial power, intellectual power, dan action power. Jadi saya ingin mereka menjadi insan paripurna yang spiritual-nya bagus, emosionalnya-bagus, finansial-nya bagus. Karena kalau kita lihat dari Rasulullah SAW., beliau tidak sekadar sholat di masjid saja, tapi Nabi Muhammad itu seorang pengusaha yang sukses, beliau juga dicintai banyak pengikutnya, dicintai sahabatnya, intelektualnya hebat, punya cita-cita yang tinggi. Nah, kita ingin paripurna-nya Rasulullah ini bisa disampaikan dengan simple, dengan sangat mudah untuk remaja. Kalau saya lihat, nilai SETIA ini seperti rukun islam, ada spiritualnya berarti syahadatnya, ada emesionalnya berarti sholatnya, jadi semua ini adalah nilai-nilai islam yang di-sederhana-kan menjadi suatu konsep training.

Apa harapan yang ingin kak Furqon targetkan untuk anak-anak?
Nama anak saya yang pertama adalah Abdurrohman Fatih Al-Hafidz ada ‘Fatih-nya’. Kedua Muhammad Haikal Al-hafidz ada ‘Muhammad-nya’. Pertama, Sultan Muhammad Al-Fatih sebenarnya bernama Sultan Muhammad. Al-Fatih itu gelar ketika dia menaklukkan. Nah, nilai itu ada di kedua anak saya yang pertama dan kedua. Mudah-mudahan menjadi penakluk dan mudah-mudahan menjadi pemimpin orang-orang yang bertakwa. Kedua, adalah Al-Hafidz. Cita-cita kami ingin anak-anak dari usia kecil sudah hafidz quran. Bukan hanya hafal, tapi juga nilai-nilai quran itu melekat dalam dirinya. Ketiga, saya ingin punya anak yang ulama yang alim dan juga pengusaha yang jujur dan pemimpin yang adil. Jadi 3 hal ini yang ingin saya kuatkan untuk anak-anak. Mudah-mudahan menjadi pengganti dan penerus.

Nah itu dia, beberapa cuplikan perbincangan dengan kak Furqon. Gimana? Kira-kira kecipratan energi positifnya nggak nih? Semoga iya ya hehe 
Kalau Anda masih muda, jangan sia-siain waktu deh, bisa bayangkan kalau pemuda-pemuda di Indonesia bisa sholeh dan se-produktif kak Furqon?
Yuk ah lebih giat belajar lagi atau kalau mau tahu ilmu dan tips dari kak Furqon, bisa ikutan training-trainingnya, atau kais ilmunya di buku-buku best seller-nya:
  1. Jangan Kuliah Kalau gak Sukses (Best Seller Nasional, terjual lebih dari 50.000 eksemplar)
  2. Jangan Jatuh Cinta Tapi bangun Cinta (Best Seller, Habis terjual kurang dari 2 bulan)
  3. Jangan Belajar Kalau Gak tau Caranya 
  4. Muda Karya Raya (Habis dalam waktu 1 bulan)
  5. Jangan Jatuh Cinta! Tapi Bangun Cinta (New Edition) 
Hmmm, baca judulnya aja udah menohok apalagi isinya ya??? hehehe (AF)

No comments:

Post a Comment