CITA-CITA DAN PERJUANGAN MENCAPAINYA
Pada dasarnya semua orang memiliki suatu kesempatan. Dan entah kesempatan itu dipergunakannya dengan baik ataupun malah diabaikannya. Tergantung pada kepribadian masing-masing mau berusaha atau tidak dalam memperjuangkan cita-citanya.
Kalau saya pribadi sih, saya sangat ingin cita-cita saya dapat tercapai. Yaitu menjadi seorang dokter. Bagi saya, menjadi dokter merupakan cita-cita yang tidak mudah dalam pencapaiannya dan memerlukan biaya yang cukup banyak. Walau begitu, saya tidak akan menyerah akan hal-hal demikian. Bagi saya, kalaupun ada niat dan terus berusaha tanpa ada kata menyerah hal itu akan membuat kita semakin dekat dengan cita-cita itu.
Jujur saja, kemampuan saya memang tidak terlalu jenius seperti kebanyakan seorang dokter. Kemampuan saya hanya biasa-biasa saja seperti orang-orang lain. Walau hanya bermodal begitu, saya yakin dengan kesungguhan kita dan kerajinan kita dalam belajar hal-hal yang semula mustahil akan dapat tercapai dengan mudah.
Ya senggak-nggaknya, pencapaiannya dapat memulai dari kecil dalam pendekatan cita-cita tersebut. Misal, kita mengakrabkan diri dengan hal-hal yang berbau medis dengan tidak ngeri melihat darah berceceran atau tidak takut dengan suara-suara histeris pasien yang kesakitan. Dengan hal-hal yang demikian itu, juga dapat dijadikan modal dan agar lebih mantap dalam menghadapi hal-hal demikian saat perguruan tinggi nanti.
Atau juga dengan cara, pada saat memasuki masa-masa SMP dan SMA kita mengikuti ekstrakulikuler PMR (Palang Merah Remaja) yang dimana ekskul itu berkaitan erat dengan hal-hal medis. Di PMR, juga akan dibekali materi dasar dalam penanganan pasien-pasien yang menderita suatu penyakit yang dengan demikian kita juga berkesempatan membantu sedikit demi sedikit teman-teman kita yang sakit di UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Dan kalau bisa, kita dapat seaktif mungkin dalam organisasi tersebut agar kita dapat mengusulkan suatu kegiatan. Misal, melakukan kunjungan ke UGD (Unit Gawat Darurat) dan kunjungan itu merupakan praktek kita dalam menangani pasien sebenarnya bukan simulasi lagi. Dengan demikian, hal itu akan menjadi pengalaman kita sebelum menjadi seorang dokter dan dapat melatih kepiawaian dalam menangani pasien saat menjadi dokter nanti.
Oya, percaya nggak? kalau di sekeliling kita ternyata banyak orang-orang yang jenius akan tetapi dia tidak memiliki cita-cita yang tinggi, bahkan cenderung tidak menjadi orang yang sukses. Sedangkan orang-orang yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja, tetapi mempunyai kemauan cita-cita yang tinggi dan diimbangi dengan kesungguhan akan dapat menjadi seseorang yang sukses.
Jadi, untuk apa kita takut gagal dalam mencapai cita-cita. Karena semua orang berhak akan kesempatan menjadi sukses. Kalaupun gagal, tidak ada kata menyerah untuk calon orang sukses. Karena sekali gagal ia akan berusaha tidak mengulanginya kembali dan berusaha menjadi lebih baik. Itulah perjuangan orang sukses.
No comments:
Post a Comment